Suara.com - Tekanan darah tinggi adalah penyakit umum yang diderita orang dewasa. Kondisi ini bisa menyebabkan stroke hingga serangan jantung.
Tekanan darah tinggi bisa dipicu oleh berbagai makanan dan kurang gerak. Sehingga, menurunkan tekanan darah tinggi sering kali terkait dengan makanan yang Anda konsumsi. Salah satunya adalah buah ceri.
Dilansir dari Express, ceri kaya akan antioksidan yang bermanfaat bagi pasien hipertensi atau tekanan darah darah tinggi. Hal tersebut dintarakan oleh seorang ahli nutrisi, Dr. Sarah Brewer.
"Antioksidan yang juga terdapat dalam buah ceri ini dikenal dengan polifenol yang dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan elastisitas udara," kata Brewer.
Hanya 60ml jus asam ceri dapat menurunkan tekanan darah sistolik sebanyak 7mmHg. Efeknya juga sangat cepat. Tekanan darah mungkin mulai berkurang dalam satu jam setelah minum jus ceri dan kestabilan tekanan darah bisa bertahan hingga delapan jam.
"Jus ceri adalah salah satu solusi alami paling efektif untuk tekanan darah tinggi," cetus ahli gizi tersebut.
"Jus ceri sama efektifnya dalam menurunkan tekanan darah seperti halnya beberapa obat hipertensi," imbuhnya.
Sementara itu Brewer menyatakan, bahawa memakan buah ceri segar sebagai camilan dengan memilih buah yang lebih gelap akan menawarkan manfaat besar. Anda juga bisa menambahkan ceri ke dalam yogurt hingga salad buah.
"Buah ini juga bagus jika ditambahkan ke jus buah dan smoothie," ujar Brewer.
Baca Juga: Kenali Macam-macam Jenis Obat Darah Tinggi yang Umum Digunakan
Sementara itu, Anda juga bisa menurunkan tekanan darah dengan menggunakan minyak zaitun secara teratur saat memasak. Minyak zaitun kaya akan lemak tak jenuh tunggal dan antioksidan, keduanya dapat membantu menurunkan tekanan darah Anda.
Hanya dua sendok makan minyak zaitun extra virgin setiap hari dapat mengurangi risiko hipertensi.
Tekanan darah tinggi sering dikenal sebagai pembunuh diam-diam karena gejalanya cenderung muncul saat tekanan darah sangat tinggi.
Gejala tekanan darah tinggi yang paling umum adalah berdebar di dada Anda, darah di urin, dan sakit kepala parah.
Penting bahwa semua orang dewasa di atas 40 tahun memeriksa tekanan darah mereka setidaknya setiap lima tahun sekali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang