Suara.com - Tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung di kemudian hari sehingga penting untuk tetap menjaga kestabilannya. Tetapi buah yang sering Anda temui bisa jadi salah satu asupan untuk memerangi tekanan darah tinggi Anda, yakni jambu biji.
Dilansir dari Express, Jambu biji telah terbukti mengurangi tekanan darah tinggi dan risiko keseluruhan penyakit jantung.
Sebuah studi selama 12 minggu pada 120 orang menemukan bahwa makan jambu matang sebelum makan menyebabkan penurunan keseluruhan tekanan darah sebesar delapan hingga sembilan poin. Serta penurunan total kolesterol sebesar 9,9 persen dan peningkatan kolesterol baik atau HDL sebesar delapan persen.
Sebuah studi tambahan telah mengaitkan ekstrak daun jambu biji dengan penurunan tekanan darah, penurunan kolesterol jahat atau LDL dan peningkatan kolesterol baik atau HDL.
Banyak ilmuwan percaya bahwa tingginya tingkat antioksidan dan vitamin dalam daun jambu biji dapat membantu melindungi jantung Anda dari kerusakan oleh radikal bebas, molekul tidak stabil yang menghancurkan sel.
Sementara tingginya kadar kalium dan serat larut dalam jambu biji juga dianggap berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan jantung.
Kalium menurunkan tekanan darah Anda dengan melawan efek berbahaya dari natrium (garam).
Menurut The American Heart Association (AHA), semakin banyak kalium yang Anda makan, maka semakin banyak natrium yang hilang melalui urin.
Kalium juga membantu meredakan ketegangan di dinding pembuluh darah Anda yang membantu menurunkan tekanan darah lebih lanjut.
Baca Juga: Waspada, Kecemasan dan Tekanan Darah Tinggi Saling Berhubungan
Selain konsumsi makanan bergizi seperti jambu biji, mengurangi darah tinggi juga bisa dilakukan dengan dengan rutin olahraga intensitas sedang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat