Suara.com - Saat ini semua orang sudah kembali beraktivitas normal meski pandemi virus corona Covid-19 belum usai. Tapi, beberapa orang yang tidak sehat atau mengalami gejala virus corona disarankan mengisolasi diri di rumah.
Selain itu, beberapa orang yang masuk dalam kelompok berisiko terinfeksi virus corona Covid-19 juga disarankan tetap di rumah. Karena itu, seseorang perlu mengetahui dirinya termasuk golongan berisiko atau tidak.
Para ilmuwan dari University of Exeter Medical School pun menemukan sebuah perangkat atau teknologi yang bisa membantu seseorang mengetahui dirinya berisiko atau tidak sebelum berpergian.
Perangkat ini bekerja dengan cara seseorang memasukkan data usia, etnis dan sejumlah faktor kunci lainnya. Kemudian, perangkat akan menghitung seberapa besar seseorang berisiko terinfeksi virus corona Covid-19.
Meskipun alat ini hanya menunjukkan seberapa besar risiko seseorang terhadap virus corona, tapi jumlah poin yang tinggi menunjukkan bahwa seseorang lebih berisiko terinfeksi.
Dalam hal ini, hasil perhitungan yang menunjukkan skor sebanyak 6 termasuk golongan berisiko tinggi. Sedangkan, skor 3 ke bawah termasuk golongan berisiko rendah.
Jadi, seseorang yang sedang berkepentingan untuk kembali bekerja atau keluar ke ruang publik bisa menggunakan perangkat ini sebagai panduan.
Para ilmuwan mengembangkan teknologi ini ketika muncul bukti bahwa orang dengan latar belakang tertentu lebih rentan terinfeksi virus corona Covid-19.
Petugas kesehatan daru latar belakang kulit hitam, Asia dan etnis minoritas (BAME) salah satu golongan yang paling rentan terhadap virus corona Covid-19.
Baca Juga: Vaksin Virus Corona AS Siap Masuk Fase Uji Klinis Tahap 3, Kapan Rampung?
Meskipun 44 persen staf medis di Inggris tidak berkulit putih, tapi 94 persen dokter yang meninggal dunia karena Covid-19 adalah golongan Asia dan etnis minoritas (BAME).
Harapannya, alat ini bisa membantu para dokter dan perawatan dalam kategori berisiko untuk mengambil keputusan yang tepat sebelum menangani pasien virus corona Covid-19.
Anil Jain, seorang ahli radiologi konsultan, sekarang bekerja dari rumahnya di Manchester setelah hasil dari perhitungan perangkat ini menyatakan dirinya berisiko terinfeksi virus corona.
Pria usia 59 tahun itu merupakan keturunan India yang memiliki masalah kesehatan mendasar sehingga membuat dirinya berisiko tinggi terinfeksi virus corona.
"Ini melegakan untuk membuat diri merasa lebih aman dan mengetahui atasan saya juga mendukung hal itu," kata Anil Jain pada Medical Express dikutip dari Mirror UK.
Anil Jain juga menjelaskan bahwa dampak virus corona Covid-19 pada orang dalam golongan BAME dan pekerja perawatan sosial adalah sebuah bencana besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang