Suara.com - Kekerasan pada anak tidak selalu berbentuk kekerasan fisik. Memarahi dengan mengatakan anak bodoh, ternyata juga salah satu bentuk kekerasan pada anak.
Proses pendidikan anak tentu tidak akan lepas dari peran orangtuanya. Karena selain sekolah, rumah juga termasuk sarana belajar bagi anak dan orangtua yang menjadi guru. Namun yang jadi masalah, ketika anak berbuat kesalahan atau belum bisa melakukan sesuatu hal, kerap kali orangtua memarahi, memukul, hingga mengatakan anak bodoh.
Bagi orangtua, tindakan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk mendidik. Padahal, tindakan itu sebenarnya sudah termasuk bentuk kekerasan pada anak.
"Salah satu yang sederhana kekerasan emosional adalah menjelekan anak. Misalnya, 'Kamu kok bodoh sekali tidak bisa menyalakan komputer', itu merupakan salah satu bentuk merendahkan anak," kata pemerhati kesehatan jiwa anak UNICEF Ali Aulia Ramly saat konferensi virtual BNPB, Senin (20/7/2020).
"Belum lagi kalau kita selalu berpikir cuma mencubit anak untuk mendidik dan mendisiplinkan. Tapi pada situasi itu, memberikan dampak pada anak," tambahnya.
Ali menyampaikan bahwa dari data yang telah dikeluarkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, jumlah laporan kekerasan pada anak masih tinggi dan mengkhawatirkan. Kebijakan mengenai sekolah dari rumah juga dinilai berisiko menimbulkan kekerasan pada anak.
"Persoalannya bukan karena anak diam di rumah, tetapi ada tekanan psikologis juga ketika kekerasan meningkat di dalam rumah. Tentu ini harus jadi perhatian bersama," ujarnya.
Selain dari tindakan kekerasan yang dialaminya, menurut Ali, situasi pandemi yang mengharuskan semua orang melakukan isolasi mandiri juga membuat psikologi anak bisa terganggu.
"Kita melihat satu studi global dengan melihat beberapa studi lama bahwa situasi isolasi termasuk saat perang dan ebola, menunjukan bahwa saat isolasi anak dan remaja akan mengalami depresi. Dan bukan hanya saat isolasi, tapi juga bisa lebih lama dari fase isolasi," ujarnya.
Masalah kesehatan mental itu berakibat mengubah sifat anak, lanjut Ali. Hal itu yang harus disadari orangtua jika terjadi perubahan perilaku.
Baca Juga: Membentak Anak Bisa Sebabkan Gangguan Kronis, Jangan Dilakukan!
Menurut Ali, perubahan yang paling mudah dideteksi adalah jika anak menjadi mudah marah, kurang bersemangat, hingga kesulitan konsentrasi.
"Kalau ada perubahan ini sebenarnya hal normal, tapi kalau berkepanjangan butuh segera bantuan ke Kemenkes atau LSM. Orangtua juga perlu mendorong anak untuk membuat kegiatan struktur. Bantu anak untuk mengasihi diri sendiri, bisa melihat ini situasi buruk tapi masih bisa membantu orang lain," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance