Suara.com - Banyak wanita sering melingkarkan ikat rambut di pergelangan tangan, baik ikat rambut berbahan karet, kain atau lainnya. Mereka melakukannya agar tidak perlu kebingungan ketika membutuhkan ikat rambut.
Ada pula yang sengaja melingkarkannya di pergelangan tangan agar ikat rambut tidak mudah hilang atau jatuh. Tapi, kebiasaan itu justru bisa berdampak buruk pada kesehatan.
Berikut ini dilansir dari Bright Side, 3 alasan Anda jangan melingkarkan ikat rambut di pergelangan tangan.
1. Menghambat sirkulasi darah
Saat Anda melingkarkan ikat rambut di pergelangan tangan, itu akan seolah-olah mencubit atau menjepit bagian pembuluh darah. Kondisi ini akan mengganggu pergerakan normal darah dalam tubuh.
Pada akhirnya, Anda bisa mengembangkan sindrom carpal tunnel yang mengakibatkan rasa sakit berkepanjangan dan mati rasa pada jari.
2. Infeksi
Audree Kopp, dari AS mengaku sering melingkarkan ikat rambut di pergelangan tangan sampai menimbulkan benjolan yang tumbuh di pergelangan tangan. Akibatnya, dokter meresepkan antibiotik dan sempat menyarankan operasi.
Setelah perawatan, ternyata benjolan itu disebabkan oleh kebiasaannya melingkarkan ikat rambut di pergelangan tangannya dalam waktu lama. Akibatnya, ikat rambut menyebabkan gesekan yang melukai kulit dan bakterinya berpindah ke kulit yang luka.
Baca Juga: Pasien Kanker Rentan Terpapar Covid-19, Minimalkan Risiko dengan Cara Ini
3. Merusak penampilan
Bagi beberapa orang mungkin menganggap kebiasaan melingkarkan ikat rambut di pergelangan tangan justru merusak penampilan. Seseorang akan terlihat lebih elegan bila mengganti ikat rambut di pergelangan tangan dengan arloji atau gelang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius