Suara.com - Peneliti mengatakan pola makan rendah karbohidrat, kaya protein, dan lemak nabati dalam jangka panjang dapat menurunkan risiko glaukoma.
Glaukoma merupakan kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata secara abnormal. Ini adalah penyebab utama kebutaan.
Secara lebih spesifik, penelitian dari Rumah Sakit Mata dan Telinga Mount Sinai di New York, Amerika Serikat, ini menemukan tipe glaukoma yang dimaksud adalah glaukoma primer sudut terbuka (Open Angle Glaucoma atau POAG). Risiko kehilangan penglihatan parasentral awal sebesar 20 persen.
"Pola makan ini telah terbukti memiliki hasil yang baik untuk epilepsi dan menunjukkan beberapa hasil yang menjanjikan untuk penyakit Parkinson dan Alzheimer," kata Dr. Louis R. Pasquale, penulis dan wakil ketua penelitian untuk ophthalmology untuk Mount Sinai Health System.
Namun, ia mencatat pola makan ini tidak akan menghantikan perkembangan glaukoma apabila seseorang sudah menderitanya.
"Tetapi itu bisa menjadi cara untuk mencegah glaukoma pada kelompok berisiko tinggi. Jika lebih banyak pasien dalam kategori berisiko tinggi ini, termasuk mereka dengan riwayat keluarga glaukoma, mematuhi pola makan ini, mungkin ada lebih sedikit kasus kebuataan," tambah Pasquale.
Dilansir Fox News, saraf optik menyampaikan informasi visual dan menghubungkan bagian belakang mata dan retina ke otak. Ini memiliki konsentrasi tinggi mitokondria, organel yang memasok energi ke sel.
Peneliti ingin tahu apakah mengganti protein dan lemak untuk karbohidrat dalam makanan akan meningkatkan aktivitas mitokondria dan mempertahankan fungsi saraf optik.
Setelah menganalisis lebih dari 185.000 peserta dalam tiga kelompok dari tahun 1976 hingga 2017, mereka menemukan sumber makan nabati mungkin lebih bermanfaat daripada sumber makan hewani untuk pola makan rendah karbohidrat dalam mengurangi risiko subtipe glaukoma tertentu.
Baca Juga: Bukan Lemak Jenuh, Penderita Kolesterol Tinggi Perlu Batasi Karbohidrat
"Ini adalah penelitian observasional dan bukan uji klinis, sehingga masih banyak hal yang perlu dilakukan karena ini adalah studi pertama yang melihat pola diet ini sehubungan dengan POAG," lanjut Pasquale.
"Langkah selanjutnya adalah menggunakan kecerdasan buatan untuk secara objektif mengukur kehilangan visual parasentral dalam kasus glaukoma kami dan mengulangi analisisnya," sambungnya.
Ia menambahkan, penting juga untuk mengidentifikasi pasien yang memiliki susunan genetik glaukoma primer sudut terbuka yang mungkin mandapat manfaat dari pola makan rendah karbohidrat.
"Pola makan ini mungkin hanya melindungi pada orang dengan susunan genetik tertentu," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak