Suara.com - Pandemi Covid-19 belum menunjukan gejala akan segera mereda. Pertambahan kasus positif masih di atas angka dua ratus ribu per hari di seluruh dunia.
Dikutip dari situs worldometers.info, total kasus virus corona jenis baru tersebut telah mencapai 17.991.501 orang atau bertambah 238.793 infeksi baru pada Sabtu, 1 Agustus 2020.
Sedangkan korban meninggal dunia setelah terinfeksi Covid-19 juga bertambah sebanyak 5.297 sehingga keseluruhan di dunia menjadi 687.718 jiwa.
Meski begitu, yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 juga meningkat. Angkanya mencapai 11.310.305 orang, sehingga yang masih terinfeksi SARS COV-2 saat ini ada 5.993.478 orang di dunia.
Penambahan infeksi harian paling banyak terjadi di Amerika Serikat (57.651 kasus), India (54.865 kasus), Brasil 42.578 kasus), Kolombia (10.673 kasus), dan Afrika Selatan (10.107 kasus).
Namun secara peringkat, lima besar kasus paling banyak terjadi di Amerika Serikat ( 4.763.540 kasus), Brasil ( 2.708.876 kasus), India (1.751.919 kasus), Rusia ( 845.443 kasus), dan Afrika Selatan (503.290 kasus).
Sedangkan kasus di Indonesia bertambah 1.560 dalam satu hari, sehingga totalnya menjadi 109.936 orang.
Kasus yang terus bertambah di Afrika Selatan telah membuat negara itu kekurangan dokter dan perawat di rumah sakit.
Lebih dari sepertiga infeksi telah dilaporkan di Gauteng - pusat keuangan Afrika Selatan, dan sebuah provinsi yang dengan cepat menjadi pusat penyebaran nasional.
Baca Juga: Kasus Covid-19 DKI Jakarta Sabtu 1 Agustus Capai 21.575 Orang
Dikutip dari BBC, Presiden Cyril Ramaphosa mengatakan bahwa 28.000 tempat tidur rumah sakit telah tersedia untuk pasien Covid-19. Tetapi negara itu masih sangat kekurangan dokter dan perawat.
Pekan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan bahwa apa yang terjadi di Afrika Selatan kemungkinan akan terjadi di seluruh benua.
Afrika Selatan telah memberlakukan penguncian ketat pada April dan Mei yang memperlambat penyebaran virus corona.
Namun dibuka kembali secara bertahap pada Juni. Tetapi pembatasan, termasuk larangan penjualan alkohol, masih dilakukan bulan lalu karena tingkat infeksi mulai meningkat lagi. Keadaan darurat juga berlaku sampai 15 Agustus.
Masuknya pasien telah memberikan tekanan yang luar biasa pada rumah sakit di Afrika Selatan.
Investigasi BBC ditemukan serangkaian kegagalan sistematis yang telah menghabiskan tenaga profesional kesehatan dan membuat layanan kesehatan hampir runtuh.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya