Suara.com - Pemerintah Kanada meluncurkan aplikasi untuk ponsel pintar, dalam rangka peningkatan kewaspadaan terhadap infeksi virus Corona Covid-19.
Aplikasi ini digunakan untuk memperingatkan orang jika ada pasien positif Covid-19 di sekitarnya.
Dilansir Anadolu Agenyc, Perdana Menteri Justin Trudeau menyebut aplikasi COVID Alert sebagai langkah inovatif dalam perang melawan virus Corona.
"Saya sudah mengunduh aplikasi ini dan saya mendorong Anda untuk melakukan hal yang sama. Meskipun penggunaannya bersifat sukarela, tetapi alangkah baiknya jika semakin banyak orang yang menggunakannya, sehingga semakin mudah dalam pelacakannya," kata Trudeau.
"Faktanya, para pakar kesehatan mengatakan bahwa jika cukup banyak orang yang mendaftar, maka aplikasi ini dapat membantu mencegah wabah Covid-19 di Kanada," kata dia lagi.
Aplikasi ini diperkenalkan pada Jumat di Ontario, provinsi paling padat penduduk di Kanada.
COVID Alert akan tersedia di provinsi dan wilayah lain dalam beberapa hari mendatang.
Ketika seseorang dinyatakan positif terkena Covid-19, petugas kesehatan memberi mereka kode yang dimasukkan ke dalam aplikasi.
Kode itu akan memberi tahu orang lain atau pengguna aplikasi jika mereka melakukan kontak dekat dengan seseorang yang telah dinyatakan positif terpapar Covid-19 dalam 14 hari terakhir. Aplikasi itu kemudian akan memberi tahu mereka tindakan apa yang harus diambil.
Baca Juga: Cegah Gelombang Ketiga Covid-19, China Kirim Tim Medis ke Hong Kong
Kontak dekat yang dimaksud adalah ketika pengguna aplikasi berada dalam jarak kurang dari dua meter dari pasien Covid-19 selama setidaknya 15 menit.
Namun, aplikasi itu tidak akan mengumpulkan data lokasi, nama, alamat, kontak telepon, atau data kesehatan apa pun.
Berita Terkait
-
Mulai Juni 2026, Potongan Aplikasi Ojol Tak Boleh Lebih dari 8 Persen
-
Profil Julian de Guzman: Legenda Kanada dan Perjalanan Besar Menembus Sepak Bola Eropa
-
Ambisius! Jonathan David Mau Geser Popularitas Hoki Es Kanada di Momentum Piala Dunia 2026
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Strava Tambahkan Fitur Terapi Fisik, Bantu Pengguna Pantau Pemulihan Cedera Lewat Aplikasi Fitness
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa