Suara.com - Mengulet saat bangun tidur memang jadi hal yang paling nikmat. Perasaan cenderung lebih segar dan pandangan menjadi relatif fokus.
Tapi tahu nggak sih kalau ternyata mengulet juga merupakan salah satu dari kegiatan peregangan atau stretching loh. Hal itu bisa membantu bisa merelaksasi tubuh.
Mengulet di pagi hari usai bangun tidur juga punya manfaat untuk kesehatan loh. Dilansir dari Azcentral, Selasa (4/8/2020), berikut ini beberapa manfaatnya:
1. Melepaskan tubuh yang kaku
Setelah tidur hampir 8 jam, biasanya tubuh akan terasa kaku dan ini jadi keluhan umum yang dirasakan hampir setiap orang. Ini terjadi karena otot yang tegang akibat posisi tidur yang tidak berubah atau kelelahan setelah beraktivitas di hari sebelumnya.
Mengulet dan peregangan ringan di pagi hari sangat penting agar pusing hilang. Selain itu tubuh siap untuk kembali beraktivitas lagi.
Di samping itu, mengulet dan peregangan membantu meningkatkan suhu inti tubuh, melenturkan otot juga membantu tulang belakang tetap lentur dan lincah.
2. Pikiran lebih tenang dan rileks
Mengulet dan peregangan tidak hanya baik untuk tubuh tapi juga pikiran. Dalam majalah The Power of Slow, penulis Christine Louise Hohlbaum merekomendasikan mengulet dan peregangan sebagai cara beristirahat dari rutinitas pagi yang sering dilelahkan.
Baca Juga: Dokter: Aroma Terapi Belum Terbukti Bisa Tingkatkan Kualitas Tidur
Sebelum melangkahkan kakike kamar mandi, setelah mengulet dan peregangan biarkan tubuh tenang dan rileks. Cara ini juga membantu melepaskan endorfin lebih cepat untuk meningkatkan suasana hati.
3. Tubuh lebih fleksibel
Pusat Kesehatan Olahraga Klinik Cleveland mengungkap jika peregangan atau stretching membantu mengembangkan elastisitas otot.
Mengingat seiring bertambah usia fleksibel atau kelenturan tubuh jadi kunci utama agar tidak terjadi cidera. Stretching yang dilakukan rutin membuat tubuh jadi mudah bergerak di tahun-tahun berikutnya.
4. Melancarkan peredaran darah
Stretching membantu sistem peredaran darah lebih lancar, sehingga nutrisi bisa disampaikan langsung ke jaringan otot. Alhasil tubuh bisa bergerak maksimal saat melakukan kegiatan sehari-hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak