Suara.com - Saat ini vaksin virus corona Covid-19 dan obat untuk menolong pasien masih belum ditemukan. Namun, sudah muncul dugaan bahwa vaksin virus corona Covid-19 yang potensial akan kurang efektif dalam melindungi orang Amerika dengan obesitas.
Para peneliti menunjukkan bahwa vaksin terkemuka lainnya yang berasal dari tahun 1985, seperti flu, hepatitis A dan hepatitis B, juga tidak memberikan kekebalan kuat pada orang dewasa yang mengalami obesitas.
"Akankah kami memiliki vaksin virus corona Covid-19 tahun depan untuk orang obesitas? Tidak mungkin," kata Raz Shaikh, seorang profesor di departemen nutrisi University of North Carolina, dikutip dari Fox News.
Konon, mereka yang mengalami obesitas sangat dianjurkan mendapatkan vaksinasi.
Hanya saja, tampaknya belum ada vaksin yang ampuh bagi orang obesitas.
"Vaksin influenza masih bekerja pada pasien dengan obesitas, tetapi nyatanya tidak juga," kata Dr Timothy Garvey, Direktur Riset Diabetes Universitas Alabama.
Di Amerika Serikat sendiri, lebih dari 40 persen orang dewasa Amerika dianggap mengalami obesitas.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit juga telah memeringatkan bahwa mereka menghadapi peningkatan risiko jika terinfeksi virus corona Covid-19.
Sementara, obesitas termasuk faktor risiko yang signifikan dalam penyebab kematian penyakit kardiovaskular dan kanker.
Baca Juga: Pemakaian Masker Sebabkan Efek Samping pada Mulut, Ini Kata Dokter Gigi
Ahli imunologi telah menemukan obesitas juga berdampak negatif terhadap respons kekebalan tubuh.
"Obesitas adalah masalah global yang serius dan respons imun yang diinduksi vaksin suboptimal pada populasi obesitas tidak bisa diabaikan," kata Kelompok Riset Vaksin dalam jurnal Vaccine tahun 2015.
Di sisi lain, orang dengan pengukuran Indeks Massa Tubuh (BMI) tinggi secara historis telah dikeluarkan dari uji coba obat.
Sebab, kondisi kronis akan memengaruhi hasil uji cobanya.
Menurut Dr Larry Corey yang mengawasi uji coba fase II oleh National Institute of Health, mengatakan uji klinis untuk vaksin virus corona Covid-19 ini tidak memiliki pengecualian BMI.
Ketika para ilmuwan mencari vaksin untuk memerangi penyakit menular, para ahli seperti koordinator satuan tugas virus corona Gedung Putih, Dr Deborah Birx, telah memeringatkan bahwa Amerika sekarang dalam fase baru pandemi virus corona.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya