Suara.com - Video klarifikasi YouTuber The Connell Twins viral dan menuai cibiran setelah menyebut hubungan badan dengan saudara kandung pakai kata insect. Padahal yang dimaksud sendiri ialah incest.
Dalam potongan video berdurasi 11 detik dibagikan oleh pengguna Twitter @ohanaana13, berisi video milik The Connell Twins. Dalam percakapannya, salah satu dari saudara kembar identik itu menyebutkan kata insect untuk merujuk pada hubungan seksual yang dilakukan dengan saudara kandung atau dikenal dengan incest. Lihat video di sini.
Dilansir dari Live Science nyaris seluruh budaya di dunia melarang incest. Selain terkait dengan moral, perkawinan sedarah menyatukan mutasi langka yang dapat menyebabkan cacat lahir yang parah. Lalu adakah dampak lain dari hubungan sedarah atau incest?
Pada abad ke-17, Charles II dari Spanyol, yang terakhir dari Habsburg Spanyol - dikenal karena kawin sedarahnya - tidak subur dan tidak dapat mengunyah makanannya dengan baik karena overbite bawaan sejak lahir.
Live Science juga menyebut incest bisa bermasalah karena ia dapat menyimpan apa yang disebut gen "buruk" di kolam gen dan menambah efeknya, kata Debra Lieberman, seorang psikolog evolusi di Universitas Hawaii.
"Kerabat dekat genetik berisiko memiliki keturunan yang kemungkinannya lebih kecil untuk bertahan hidup," kata Lieberman.
Untuk memahami bahaya inses pada manusia, jelasnya, perlu diketahui bahwa DNA - cetak biru kehidupan - terbagi menjadi dua set 23 kromosom dengan total 46 pada manusia rata-rata. Satu set 23 berasal dari ayah sementara yang lain berasal dari ibu.
Sementara Lieberman memperingatkan bahwa tidak pernah jelas dalam hal genetika, dia menawarkan contoh yang disederhanakan untuk menggambarkan risiko yang terkait dengan inses.
"Katakanlah Anda mendapatkan gen buruk, yang oleh para ilmuwan disebut merusak, dari ibumu. Tapi salinan ayahmu dari gen yang sama berfungsi secara normal," kata Lieberman. "Versi yang baik bertindak seperti cadangan, secara efektif mencegah penyakit yang mungkin disebabkan oleh gen jahat."
Baca Juga: Viral Video Mesum Incest Mirip YouTuber Indonesia The Connell Twins
Tetapi memiliki anak dengan saudara Anda, jelasnya, secara drastis meningkatkan kemungkinan mendapatkan dua salinan dari gen yang merusak dibandingkan dengan bereproduksi dengan seseorang di luar keluarga Anda.
"Masing-masing dari Anda akan memiliki salinan gen buruk itu, jadi ada kemungkinan besar anak Anda tidak akan memiliki salinan normal untuk dikerjakan," katanya. Lipat gandakan itu dengan gen merusak lainnya yang tersebar di antara sekitar 50.000 gen aktif pada manusia, jelasnya, dan pasti ada beberapa masalah yang memperpendek hidup.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?