Ilustrasi serangan jantung, dada sesak, nyeri dada. (Shutterstock)
Suara.com - Saat dada terasa nyeri, Anda mungkin akan bertanya-tanya apa yang menyebabkannya. Nyeri di dada dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Namun, dalam kebanyakan kasus nyeri dada ini tidak disebabkan oleh masalah jantung. Dihimpun dari NHS UK dan Docdoc, berikut lima kemungkinan penyebab kenapa dada terasa nyeri:
- Gangguan Pencernaan
Jika dada terasa nyeri tepat setelah selesai makan atau saat Anda merasa kenyang maka kemungkinan penyebabnya ialah karena gangguan pencernaan. Kondisi ini dapat terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Jika nyeri dada yang Anda alami disebabkan oleh faktor ini biasanya akan dibarengi dengan rasa mual. - Dada Terkilir atau Tegang
Dada yang terkilir atau tegang dapat menjadi penyebab dada Anda terasa nyeri. Kondisi ini dapat terjadi ketika dada Anda mengalami luka ataupun setelah melakukan olahraga. Nyeri dada setelah berolahraga ini dapat reda ketika Anda beristirahat. - Infeksi Kantung Udara (Pneumonia)
Jika nyeri dada Anda semakin memburuk ketika sedang menarik dan menghela napas maka kemungkinan penyebabnya adalah infeksi di kantung udara atau pneumonia. Nyeri dada yang disebabkan oleh faktor ini juga akan semakin memburuk ketika Anda berada di area bertemperatur tinggi. Gejala infeksi ini biasanya akan disertai batuk berdahak dengan lendir berwarna kuning atau hijau. - Infeksi di Area Saraf (Herpes Zoster)
Jika disebabkan oleh infeksi ini, nyeri dada Anda akan dibarengi dengan kesemutan dan munculnya ruam di kulit yang akan menjadi luka lecet. Infeksi yang terjadi akibat virus varicella zoster ini akan menyebabkan rasa sakit di area yang terkena. Herpes Zoster paling sering terjadi pada orang yang berusia 50 tahun ke atas. - Gangguan Kecemasan
Penyebab dada terasa nyeri yang terakhir ini dilatarbelakangi oleh faktor psikis. Saat emosi Anda sedang tidak stabil, seperti cemas atau sedang mengalami situasi buruk, nyeri dada dapat muncul. Nyeri dada yang disebabkan oleh faktor ini akan dibarengi dengan detak jantung yang semakin cepat, munculnya keringat, serta pusing.
Itu dia kemungkinan penyebab kenapa dada terasa nyeri. Anda sebaiknya melakukan konsultasi ke dokter untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat. Apalagi jika nyeri dada yang Anda alami sudah terasa menjalar ke bagian tubuh lainnya.
Kontributor : Theresia Simbolon
Komentar
Berita Terkait
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Vidi Aldiano Sempat Pneumonia Sebulan Sebelum Meninggal, Ini Bahayanya bagi Pasien Kanker Ginjal
-
Pertolongan Pertama saat GERD Kambuh, Ini 5 Langkah yang Bisa Dilakukan
-
BGN Klaim Kejadian Gangguan Pencernaan MBG Turun Signifikan Seiring Penambahan SPPG
-
Bukan Cuma Penyakit Orang Tua, Ini 5 'Jurus Sakti' Biar Gak Kena Pneumonia
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!