- Prof. Dr. Rimbawan menyatakan peralihan puasa ke makan besar berisiko mengganggu pencernaan dan meningkatkan risiko penyakit kronis.
- Dianjurkan memulai santap Lebaran dengan porsi kecil, menyeimbangkan asupan gizi, serta menjaga aktivitas fisik tetap berjalan.
- Menjaga hidrasi, kualitas istirahat cukup, dan bijak menolak makanan berlebih penting untuk menikmati Lebaran tanpa penyesalan kesehatan.
Suara.com - Lebaran selalu identik dengan kebahagiaan, kebersamaan, dan tentu saja hidangan lezat yang menggoda di setiap sudut rumah. Setelah sebulan penuh menahan diri selama Ramadan, momen Idulfitri menjadi waktu untuk “balas dendam” kuliner.
Namun, di balik kenikmatan itu, ada hal penting yang sering terlupakan: kesiapan tubuh kita. Peralihan dari fase fasting (berpuasa) ke feasting (bersantap) bukan sekadar perubahan kebiasaan makan, tapi juga perubahan besar bagi sistem tubuh, terutama pencernaan.
Menurut Prof. Dr. Rimbawan, Anggota Herbalife Nutrition Advisory Board, fase ini perlu disikapi dengan bijak.
“Peralihan dari berpuasa ke bersantap dapat menjadi tantangan bagi kesehatan kita. Setelah mengakhiri puasa, banyak orang segera kembali pada kebiasaan makan sebelumnya, bahkan secara berlebihan,” jelasnya.
Tubuh Butuh Adaptasi, Bukan “Kejutan”
Selama Ramadan, tubuh terbiasa dengan ritme makan yang teratur dan lebih terkendali. Ketika Lebaran tiba dan makanan tinggi lemak, gula, serta kalori langsung dikonsumsi dalam jumlah besar, sistem pencernaan bisa “kaget”.
Akibatnya, kita bisa mengalami berbagai hal, mulai gangguan ringan seperti kembung dan diare, hingga risiko jangka panjang seperti obesitas, hipertensi, dan penyakit jantung.
Penelitian juga menunjukkan bahwa perubahan pola makan drastis dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, termasuk diabetes. Karena itu, penting untuk tidak langsung “all out” saat hari pertama Lebaran.
Cara Cerdas Menikmati Lebaran Tanpa Mengorbankan Kesehatan
Baca Juga: 10 Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Jawa Halus Kromo Inggil untuk Orang Tua
Agar tetap bisa menikmati opor, rendang, dan kue kering tanpa rasa bersalah, berikut panduan sehat yang bisa diterapkan:
1. Mulai dari Porsi Kecil, Bukan Balas Dendam
Jangan langsung makan dalam jumlah besar. Mulailah dengan porsi kecil agar tubuh bisa beradaptasi. Dengarkan sinyal kenyang dari tubuh, berhenti sebelum terlalu penuh.
2. Seimbangkan Isi Piring
Pastikan tidak hanya berisi makanan bersantan dan manis. Tambahkan sayur, buah, protein, dan lemak sehat.
Protein sendiri berperan penting dalam membantu mengontrol nafsu makan dan menjaga kekuatan otot.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
Terkini
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak
-
Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua
-
Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat
-
Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?
-
Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty