Suara.com - Virus corona Covid-19 menghadirkan berbagai asumsi dan penelitian baru. Sayangnya, banyak asumsi yang ternyata malah tidak berefek dalam penekanan kasus Covid-19.
Melansir dari Medical News Today, berikut perawatan dan pencegahan Covid-19 yang ternyata tidak manjur atau mitos belaka, antara lain:
1. Vitamin D Mencegah Infeksi
Banyak artikel yang mengklaim bahwa konsumsi vitamin D dapat membuat seseorang cenderung tidak tertular Covid-19. Klaim ini bermula dari laporan yang diterbitkan dalam jurnal Aging Clinical and Experimental Research.
Penulis makalah tersebut mengklaim telah menemukan korelasi antara tingkat rata-rata vitamin D yang rendah pada populasi negara tertentu dengan tingkat kasus dan kematian akibat Covid-19 yang lebih tinggi.
Namun, dalam tinjauan dari para peneliti Center for Evidence-Based Medicine di University of Oxford Inggris dengan tegas menyimpulkan bahwa mereka tidak menemukan korelasi antara vitamin D dan Covid-19.
"Kami tidak menemukan bukti klinis tentang vitamin D dalam pencegahan atau pengobatan Covid-19," kata para peneliti dari Oxford.
2. Kandungan Zinc Bisa Menurunkan Penularan Virus Corona
Rumor lain yang muncul tentang Covid-19 adalah bahwa mengonsumsi suplemen zinc dapat membantu mencegah infeksi SARS-CoV-2 (virus corona penyebab Covid-19) atau mengobati Covid-19.
Baca Juga: Di Tengah Pandemi, Universitas Terbuka Gelar Disporseni secara Daring
Asumsi itu berawal dari gagasan tim peneliti di Rusia, Jerman, dan Yunani yang berhipotesis bahwa zinc mungkin dapat bertindak sebagai terapi preventif dan pengobatan untuk Covid-19. Hasil penelitian tersebut telah diterbitkan dalam International Journal of Molecular Medicine.
Tetapi dalam makalah yang diterbitkan di BMJ Nutrition, Prevention & Health, ahli gizi Emma Derbyshire, Ph.D. dan ahli biokimia Joanne Delange, Ph.D., menemukan bahwa tidak ada cukup bukti tentang peran suplementasi zinc dalam mencegah infeksi virus corona umum.
3. Vitamin C Dapat Melawan SARS-CoV-2
Meskipun vitamin C dapat membantu mendukung fungsi kekebalan tubuh, namun bukti terkini mengenai keefektifannya dalam mengobati atau mencegah pilek dan influenza terbatas dan seringkali bertentangan.
4. Diet Keto Dapat Menyembuhkan Covid-19
Diet keto yang tinggi lemak dan rendah karbohidrat juga sempat diklaim dapat mengobati atau mencegah Covid-19. Asumsi ini muncul karena diet keto terbukti membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun, banyak dari bukti itu didasarkan pada penelitian pada hewan bukan pada manusia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari