Suara.com - Perusahaan penyedia layanan kesehatan berbasis digital Indonesia, Halodoc, masuk dalam daftar 150 Digital Health 2020 oleh CB Insights, perusahaan survei startup global.
Halodoc disebut sebagai satu-satunya perusahaan asal Asia Tenggara yang masuk dalam daftar tersebut untuk kategori Virtual Care Delivery.
Ini adalah kali kedua Halodoc masuk ke dalam kategori yang sama secara berturut-turut.
"Digital Health 150 tahun ini merupakan edisi dengan cakupan global paling luas yang kami adakan, melingkupi berbagai perusahaan swasta di bidang kesehatan terbaik dari 18 negara," ujar Anand Sanwal, CEO CB Insights, mengutip rilis berita yang dikirimkan pada Suara.com, Kamis (27/8/2020).
Perusahaan yang dipilih adalah mereka yang dinilai telah melahirkan inovasi dalam value chain layanan kesehatan, mulai dari terknologi yang berguna bagi perusahaan farmasi dan bioteknologi, hingga asuransi, katanya.
"Sebuah kehormatan bagi Halodoc dapat kembali masuk ke daftar Digital Health 150 dari CB Insights. Pengakuan ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dalam memberikan kenyamanan akses kesehatan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Jonathan Sudharta, CEO dan Co-founder Halodoc.
Ia menambahkan, Halodoc terus berupaya untuk menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, selama empat tahun berdiri, perusahaan bidang kesehatan ini telah memberikan layanan telekonsultasi daring, pembelian dan pengantaran obat ke rumah, hingga pembuatan janji untuk rumah sakit dan layanan tes kesehatan.
Jonathan juga berterima kasih kepada pihak yang telah memberikan dukungan yang telah diberikan kepada perusahannya.
Baca Juga: Halodoc dan Gojek Diizinkan Gelar Rapid Test Covid-19 Gratis
"Menyederhanakan akses kesehatan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan misi besar yang tidak dapat kami wujudkan sendiri. Untuk itu kami juga berterima kasih atas semua dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada Halodoc hingga mendapat kepercayaan dan pengakuan oleh dunia," tutup Jonathan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?