Suara.com - Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang masih memiliki masalah gizi yang dialami masyarakatnya. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sendiri membagi masalahan gizi tersebut dalam tiga kategori yaitu kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan kekurangan gizi mikro.
"Ada triple burden malnutrition permasalahan gizi di Indonesia yang terjadi, ada tiga masalah besarnya yaitu kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan kekurangan gizi mikro," kata Direktur gizi masyarakat Kemenkes RI, Dr. dr. Dhian P. Dino dalam webinar Pana Comm., Jumat (28/8/2020).
Ia menjelaskan kekurangan gizi ditandai dengan balita tubuh pendek atau stunting. Tetapi kondisi stunting ini juga bisa berdampak terhadap kecerdasan anak nantinya.
"Dua sampai tiga dari sepuluh balita kita pendek. Kemudian satu dari sepuluh balita kurus. Ini perlu perhatian khusus," ucapnya.
Bukan hanya kekurangan gizi, masalah gizi lain yang dihadapi Indonesia adalah kelebihan gizi atau obesitas. Melalui data Riskesdas 2018, Dhian menyampaikan bahwa dua sampai tiga dari sepuluh orang dewasa mengalami masalah kegemukan.
"Jika itu tidak diselesaikan dengan baik maka berdampak penyakit tidak menular lain, seperti diabet dan hipertensi," ujarnya.
Masalah ketika, kekurangan gizi mikro. Dhian mengatakan, biasanya terjadi pada ibu hamil yang mengalami anemia atau kurang darah. Ia menjelaskan bahwa kondisi itu bisa memicu janin menjadi stunting. "Anemia pada ibu hamil berpengaruh besar dan diperkirakan bisa berdampak bayi menjadi stunting dan mempengaruhi kecerdasannya," tutur Dhian.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?