Suara.com - Selama pandemi virus corona, kunjungan pasien ke rumah sakit dibatasi. Hal ini untuk mengurangi paparan virus corona agar tidak semakin meluas.
Dalam situasi ini, telemedicine menjadi kunci bagi pasien untuk tetap bisa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan tanpa takut terpapar oleh virus. Sekjen Kementerian Kesehatan Oscar Primadi mengatakan, telemedicine sangat membantu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Ini salah satunya karena, infrastruktur pelayanan kesehatan di Indonesia masih belum memadai. Oscar mengungkapkan, Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta hanya mempunyai 10.168 puskesmas, 2.877 Rumah Sakit, 9.205 klinik dan 30.260 apotek.
“Karena itu, layanan kesehatan secara digital seperti telemedicine akan memudahkan akses masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Oscar dalam webinar “Telemedisin untuk Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan” yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika” bekerja sama dengan Katadata, di Jakarta, Sabtu (22/8/2020).
Untuk menghadapi perubahan pola kehidupan di masa pandemi, Kementerian Kesehatan berupaya mempermudah akses layanan kesehatan dengan e-health. Oscar mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan Asosiasi Telemedisin Indonesia yang beranggotakan banyak startup di sektor pelayanan kesehatan.
Hal ini untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan digital.
“Selain itu, Kemenkes juga akan memberikan pelatihan e-learning kepada tenaga medis di daerah untuk meningkatkan profesionalisme. Jadi, tenaga medis di daerah tidak kalah dengan tenaga medis di pulau Jawa yang sudah terbiasa menerapkan telemedicine,” ujar Oscar.
Oscar menambahkan, telemedicine juga sudah menjadi rencana strategis Kementerian Kesehatan pada 2020-2024. Regulasi terkait telemedicine sudah disiapkan dan juga pemerintah menyiapkan dana untuk daerah melalui Dana Alokasi Khusus.
“Targetnya adalah Indonesia mempunyai sistem e-health yang andal. Karena itu perlu sinergi dari semua stakeholder untuk mendukung pembangunan pelayanan telemedicine di Indonesia,” pungkas Oscar.
Baca Juga: Setengah Insentif Medis Corona DKI Cair 24 Agustus Pekan Depan
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate juga berharap layanan telemedicine bisa mencapai wilayah 3T yaitu tertinggal, terdepan dan terluar di seluruh Indonesia.
Karena itu, Plate berharap adanya kerja sama lintas kementerian antara Kominfo, Kementerian Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia, Asosiasi Telemedicine Indonesia (Atensi) dan juga seluruh ekosistem untuk bisa mewujudkan telemedicine ke seluruh wilayah Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga