Suara.com - Pernahkah Anda mendengar istilah vagina gemuk? Jika pernah mendengarnya, istilah itu sebenarnya kurang tepat.
Menurut para ahli, sangat sedikit lemak yang bisa disimpan di wilayah vagina Anda. Sebaliknya, vagina yang gemuk mengacu pada lemak yang disimpan di daerah gundukan kemaluan.
Di balik kondisi itu, ada sebuah anggapan bahwa vagina gemuk akan menambah risiko pada persalinan caesar. Tapi benarkah anggapan tersebut.
Di satu sisi, ya. Berat badan berlebih membuat jalan lahir terhalang sehingga menyempit. Karena itu, menjadi sulit bagi bayi untuk keluar melaluinya dan dokter tidak punya pilihan lain selain mengoperasi ibunya.
Menurut Dr Archana Chandak, seorang ginekolog dan dokter kandungan di klinik Apollo di Pune: “Karena obstruksi yang dibuat di jalan lahir pada saat melahirkan, koordinasi antara dorongan dan dinding / otot perut terhambat."
Ini juga dikenal sebagai persalinan macet. Sang ibu mencoba untuk mendorong tetapi karena vaginanya yang gemuk, tenaga tersebut tidak diarahkan ke arah yang benar.
Setelah beberapa saat, bahkan ibunya menjadi lelah dan tidak ada pilihan selain menjalani operasi caesar.
“Karena itu, Anda tidak bisa hanya menyalahkan vagina yang gemuk untuk meningkatkan jumlah operasi caesar karena mungkin ada komplikasi lain selama persalinan karena dokter harus mengoperasi ibunya. Tapi tidak diragukan lagi itu adalah salah satu perhatian dan perempuan harus mengurusnya, ”pungkasnya.
Baca Juga: Perempuan Mesti Tahu, Ini Bahaya Vagina Terlalu Steril
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem