Green Energy Jadi Arah Baru Industri Maritim Indonesia

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:55 WIB
Ilustrasi kapal yang menggunakan bahan bakar dari energi terbarukan. (Foto Istimewa).
  • PT Pertamina Trans Kontinental menerapkan energi hijau untuk mendukung keberlanjutan operasional industri maritim ramah lingkungan.
  • Dewi Susanti menyatakan transformasi hijau bertujuan menjaga kelangsungan perusahaan serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
  • PTK melakukan transplantasi 512 fragmen terumbu karang di Pantai Pulisan, Sulawesi Utara, pada Senin, 17 Agustus 2026.

Suara.com - Industri maritim Indonesia mulai diarahkan menuju operasional yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan energi hijau dan bahan bakar yang lebih rendah dampak terhadap lingkungan.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong industri maritim yang tidak hanya mengutamakan keandalan layanan, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan.

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) turut mendorong penerapan konsep tersebut dalam kegiatan operasionalnya. Komitmen itu antara lain dilakukan melalui penggunaan green energy serta bahan bakar ramah lingkungan pada sebagian kapal maupun infrastruktur perusahaan.

Direktur Armada PTK Dewi Susanti mengatakan penerapan energi yang lebih ramah lingkungan menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga keberlanjutan operasional sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Kapal Pertamina Trans kontinental (Pertamina)

"Aksi sosial maupun operasional PTK diharapkan dapat memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat, serta keberlangsungan perusahaan di masa mendatang," ujarnya di Jakarta, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, transformasi menuju industri maritim yang lebih hijau tidak hanya berkaitan dengan penggunaan energi, tetapi juga bagaimana aktivitas perusahaan dapat berjalan beriringan dengan kelestarian ekosistem laut.

Hal tersebut sejalan dengan posisi industri maritim yang menjadikan laut sebagai ruang utama aktivitas operasional. Karena itu, keberlanjutan lingkungan menjadi salah satu aspek yang semakin penting dalam pengembangan bisnis kemaritiman.

Selain menggelar pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut di Pantai Pulisan, Sulawesi Utara, perusahaan melakukan transplantasi 512 fragmen terumbu karang.

Plt. Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental, Eko Cahyadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga laut sebagai bagian penting dari kehidupan dan aktivitas masyarakat Indonesia.

"Sebagai perusahaan yang tumbuh dan beroperasi di laut, kami memaknai semangat kemerdekaan dengan menumbuhkan kepedulian dari seluruh pihak, untuk bersama-sama menjaga laut sebagai warisan bangsa," jelas Eko.

Eko menambahkan, Pantai Pulisan merupakan bagian dari kawasan Coral Triangle yang memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi. Kawasan tersebut juga berada di sekitar wilayah operasional Pertamina Group.

"Karena itu, penanaman fragmen terumbu karang di lokasi ini merupakan bentuk komitmen PTK untuk turut menjaga kesehatan ekosistem laut yang menjadi ruang operasional kami sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan," pungkas Eko.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com