Suara.com - Kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker yang paling serius dan mematikan. Orang yang punya kebiasaan merokok menjadi salah satu kelompok paling rentan menderita kanker paru-paru.
Gejala kanker paru-paru seringkali terlihat bila sudah menyebar ke seluruh tubuh. Tapi, Anda juga bisa berisiko menderita kanker paru-paru bila mengalami mual yang sulit dijelaskan.
Beberapa pasien kanker paru-paru mengaku merasa mual yang tidak biasa tanpa penyebab jelas. Mereka merasa seperti mual terus-menerus atau sakit perut yang tak kunjung hilang.
Perasaan ini disebabkan oleh kondisi yang dikenal sebagai hiperkalsemia, yaitu adanya kelebihan kalsium dalam darah. Sekitar 10 persen dari semua pasien kanker paru-paru mengembangkan hiperkalsemia.
"Pada tahap awal, kanker paru-paru biasanya tidak memiliki gejala yang bisa dilihat atau dirasakan. Belakangan ini sering menyebabkan batuk, mengi dan nyeri dada," jelas ahli dikutip dari Express.
Tapi, ada efek lain yang kurang diketahui juga bisa muncul. Satu atau dua dari setiap 10 orang penderita kanker mengembangkan kadar kalsium tinggi, suatu kondisi yang disebut hiperkalsemia.
Bila terlalu banyak kalsium dalam darah, Anda bisa mengalami sakit perut dan mual atau sembelit. Anda mungkin tidak merasa ingin makan dan sering haus.
"Zat mirip hormon lain yang dibuat oleh beberapa tumor akan mengacaukan ginjal Anda, menyebabkan kram dan mual," jelasnya.
Tapi, Anda belum pasti menderita kanker paru-paru bila mengalami mual. Mual bisa juga berkaitan dengan kondisi lain, seperti infeksi, keracunan makanan dan refluks asam.
Baca Juga: Gelombang Kedua Virus Corona Hantam Turki, Gara-gara Pesta Pernikahan?
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin