Suara.com - Sel kanker paru-paru memungkinkan adanya peningkatan hormon yang berjalan ke dalam aliran darah. Hal ini yang kemudian menimbulkan gejala sindrom paraneoplastik.
Melansir dari Express, sindrom paraneoplastik terjadi ketika sel kanker telah menghasilkan hormon tertentu di mana pada pria bisa menunjukkan pembesaran atau pembengkakan payudara.
Namun, kelebihan lemak di dada pada pria tidak sepenuhnya menunjukkan gejala kanker paru-paru. Apabila Anda memiliki lemak berlebih di dada, coba perhatikan tanda lain seperti mati rasa di jari tangan atau kaki.
Gejala peningkatan hormon akibat kanker juga bisa muncul dengan rasa kantuk, pusing, hingga linglung. Salah satu gejala lain dari kanker paru-paru lainnya adalah pembekuan darah. Tetapi, ada gejala yang jauh lebih umum untuk diwaspadai.
Menurut Cancer Research Inggris, beberapa gejala yang umum terjadi pada orang dengan kanker paru-paru adalah batuk yang tak kunjung sembuh, nyeri dada, nyeri bahu, kehilangan berat badan, nafsu makan, hingga kelelahan.
Faktor paling umum yang dapat meningkatlan risiko kanker paru-paru adalah merokok dan faktor usia.
Kanker paru-paru sendiri merupakan salah satu jenis kanker yang paling serius karena biasanya sulit dikenali sampai menyebar ke bagian tubuh lainnya. Tanda-tanda kanker paru-paru cenderung mucul ketika kanker telah menyebar melalui paru-paru.
Sekitar sepertiga pasien kanker paru-paru bertahan hidup selama setidaknya satu tahun setelah diagnosis. Sementara, hanya satu dari 20 pasien yang bertahan hidup selama 10 tahun dengan kanker paru-paru.
Baca Juga: Cek Sekarang, Suara Serak Bisa Jadi Tanda Kanker Paru-paru
Berita Terkait
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi
-
Edukasi dan Inovasi Jadi Kunci Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Lintas Generasi
-
Multisport, Tren Olahraga yang Menggabungkan Banyak Cabang
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker