Suara.com - Kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker paling umum dan mematikan di Indonesia. Penyakit ini terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal yang tak terkendali di satu atau kedua paru-paru.
Sel abnormal itu muncul ketika mekanisme kontrol normal tubuh berhenti bekerja. Sel-sel lama tidak mati, tapi tumbuh tak terkendali hingga membentuk sel-sel baru yang abnormal.
Menurut Pusat Perawatan Kanker Amerika, sel-sel abnormal dalam jumlah banyak itulah yang akhirnya membentuk massa jaringan atau tumor. Lalu, tumor bisa menjadi agresif yang terbentuk dan menyebar cepat di dalam tubuh.
Tapi dilansir dari Express, banyak orang sering tidak menyadari tanda-tanda kanker paru-paru yang halus. Salah satu tanda peringatan yang harus diwaspadai adalah pergelangan kaki dan tangan yang bengkak serta meradang.
Cancer Research UK mengatakan gejala itu bisa menyebabkan rasa sakit dan kesulitan bergerak. Hal itulah yang mengindikasikan hipertrofik osteoartropati paru (HPOA), kondisi langka yang memengaruhi beberapa orang dengan kanker paru-paru.
Lembaga tersebut mengatakan HPOA bisa terjadi akibat zat yang dikeluarkan oleh tumor maupun zat yang dibuat tubuh saat bereaksi dengan tumor.
Tanda-tanda HPOA lainnya meliputi pembengkakan pada ujung jari dan kuku berbentuk sendok. Adapun tanda-tanda kanker paru-paru lainnya, termasuk:
1. Batuk yang tidak kunjung sembuh setelah dua hingga tiga minggu
2. Batuk lama yang semakin parah
3. Infeksi dada yang terus datang kembali
4. Batuk darah
5. Sakit atau nyeri saat bernapas atau batuk
6. Sesak napas yang terus-menerus
7. Kelelahan yang terus-menerus atau kekurangan energi
8. Kehilangan nafsu makan atau penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan
NHS mengatakan seseorang harus menemui dokter bila mengalami salah satu gejala kanker paru-paru, seperti sesak napas atau batuk.
Baca Juga: Studi: Virus Corona Bisa Bertahan di Daging Beku Selama Tiga Minggu
Orang yang paling berisiko
Kanker paru-paru sangat berkaitan dengan kebiasaan hidup yang tidak sehat, seperti merokok tembakau. Faktanya, merokok tembakau adalah penyebab terbesar kanker paru-paru.
Selain perokok aktif, perokok pasif juga bisa berisiko terkena kanker paru-paru. Cancer Research UK telah memperingatkan paparan gas radon (gas radioaktif alami) bisa meningkatkan risiko seseorang menderita kanker paru-paru.
Penelitian juga menunjukkan bahwa terpapar asap diesel selama bertahun-tahun meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru.
Satu studi telah menunjukkan risiko Anda terkena kanker paru-paru meningkat sekitar 33 persen jika Anda tinggal di daerah dengan tingkat gas nitrogen oksida yang tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang
-
4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima
-
Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak
-
Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini