Suara.com - Tak bisa dipungkiri, biaya pengobatan sakit kanker termasuk yang termahal. Belum lagi masa penyembuhannya juga yang butuh waktu lama dan tentunya mempengaruhi total biaya yang dikeluarkan. Meski asuransi kesehatan bisa cukup membantu pasien dalam meringankan biaya pengobatan kanker, namun umumnya hanya menanggung pembayaran kemoterapi standar.
Untuk memudahkan penyintas kanker dalam mengatasi permasalahan pengobatan yang mahal, PT FWD Life Indonesia luncurkan asuransi jiwa khusus kanker. Dengan biaya premi Rp 10 ribu per bulan, asuransi itu memberikan manfaat 100 persen uang pertanggungan apabila
didiagnosis kanker, termasuk kanker stadium awal.
"Nilai uang pertanggungan mulai dari Rp 50 juta sampai Rp 500 juta. Disesuaikan dengan kemampuan nasabah dalam menentukan biaya penanggungan," jelas Direktur Chief of Proposition & Syariah Ade Bungsu dalam webinar peluncuran FWD Life, Selasa (7/9/2020).
Menurut Ade, FWD Cancer Protection mudah dibeli dan mudah dalam proses klaim. Pendaftaran asuransi bisa dilakukan melalui situs FWD atau aplikasi FWD MAX dengan dengan hanya menjawab tiga pertanyaan kesehatan.
Tanpa harus bertemu dengan agen asuransi, calon pembeli bisa lakukan proses digital end-to-end melalui ponsel. Ade menambahkan, syarat usia untuk memuliki asuansi kanker itu minimal 18 tahun hingga 64 tahun. Dan masih bisa ditambahkan hingga usia 70 tahun.
"Kita meng-cover semua jenis penyakit kanker, tanpa pengecualian. Penyakit kanker bisa menyerang siapa pun tanpa melihat usia. FWD Life ingin menghilangkan rasa khawatir nasabah dari harapan 'mudah-mudahan nggak kanker' dan berfokus untuk memberikan ketenangan ketika risiko penyakit kanker datang," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Blue Bird yang Banyak Dilirik: Service Record Jelas, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Sepatu Jalan Kaki untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantalan Nyaman Bisa Cegah Nyeri Sendi
- 7 Sepatu Sandal Skechers Diskon hingga 50% di Sports Station, Empuk Banget!
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
- Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang