Suara.com - Pandemi Covid-19 meninggalkan stres dan berbagai masalah kesehatan di baliknya. Kini setelah dokter gigi mulai buka kembali praktiknya, mereka menemukan banyaknya keluhan masalah gigi, terutama gigi retak.
"Ketika saya membuka kembali praktik saya pada awal Juni, keluhan gigi patah mulai berdatangan, setidaknya sekali sehari," kata Dr. Tammy Chen, seorang prostodontis yang berbasis di New York seperti yang dikutip dari Insider.
Menurut Chen, retakan gigi muncul karena disebabkan olah peningkatan bruxism. Kondisi ini biasanya terjadi akibat stres.
Melansir dari laman resmi Mayoclinic, bruxism sendiri merupakan kondisi seseorang mengegrtakkan atau mengatupkan gigi secara tidak sadar. Hal ini biasa dilakukan saat tidur.
Ada faktor-faktor tertentu yang menyebabkan bruxism, namun stres menjadi faktor utama terjadinya kebiasaan tersebut.
Melansir dari Insider, pada pertengahan Maret di mana virus corona Covid-19 mulai mewabah di seluruh dunia, Chen sering kali mendapatkan laporan keluhan dari pasien.
Berbagai gejala masalah mulut tersebut muncul dengan sakit rahang, gigi sensitif, pipi sakit, hingga migrain. Beberapa kondisi tersebut merupakan gejala umum dari bruxism yang muncul karena stres.
Cara paling umum untuk menangani mengertakkan gigi adalah terapi untuk mengatasi stres yang mendasari terjadinya bruxism.
Selain menyebabkan masalah keretakan gigi, pandemi juga secara tidak langsung menyebabkan masalah lain di mulut. Melansir dari Huffpost, beberapa dokter gigi juga mulai melaporkan bahwa ada peningkatan pasien yang mengeluhkan soal bau mulut terkait dengan penggunaan masker.
Baca Juga: Awas, Konsumsi Makanan Asam Bisa Menyakiti Kesehatan Mulut
"Kami melihat banyak orang yang mengalami peradangan, gigi berlubang, dan penyakit gusi," kata Dr. Rob Raimondi, seorang periodontis di New York, dalam Inside Edition. Raimondi menyatakan bahwa menggunakan masker terkait dengan kesehatan mulut yang buruk.
Dalam hal ini, dokter gigi New York yang lain, Marc Sclafani mengatakan bahwa bau mulut akibat masker terjadi karena orang cenderung bernapas lewat mulut saat memakai masker. Hal ini yang akan menipiskan jumlah air liur dan membuat plak lebih melekat di gigi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun