Suara.com - Gejala diabetes tipe 2 mungkin sulit dikenali pada tahap awal, karena beberapa tanda tidak selalu membuat seorang merasa tidak enak badan. Oleh sebab itu penting untuk mengetahui gejala umum dari diabetes ini untuk bisa mengendalikan penyakit tersebut.
Seperti dilansir dari Experss UK, diabetes tipe 2 dapat disebabkan oleh tubuh yang tidak cukup memproduksi hormon insulin, atau tidak bereaksi terhadap insulin.
Tanpa cukup hormon, tubuh berjuang untuk mengubah gula dalam darah menjadi energi yang bisa digunakan.Sangat penting berbicara dengan dokter sesegera mungkin jika merasa mengalami gejala diabetes.
Anda mungkin berisiko mengalami kondisi tersebut jika Anda mulai menggunakan toilet lebih sering dari biasanya.
Kebanyakan pasien diabetes menemukan bahwa mereka mulai buang air kecil lebih sering - terutama pada malam hari, menurut Dr Prash Vas, seorang konsultan diabetes dan pengobatan kaki diabetik di London Bridge Hospital (bagian dari HCA UK).
Gejala yang juga dikenal sebagai poliuria adalah buang air kecil lebih dari tiga liter dalam satu hari.
Sementara itu, Anda mungkin juga menemukan bahwa Anda terus-menerus merasa haus - meskipun minum lebih banyak cairan daripada biasanya.
Dengan diabetes yang tidak terkontrol, glukosa berjuang untuk masuk ke sel dari darah, yang menyebabkan rasa lapar terus-menerus.
"Gejala diabetes tipe 2 berkembang perlahan. Banyak orang yang asimtomatik dengan kondisi yang sering muncul secara tidak sengaja atau selama pemeriksaan kesehatan," kata Dr Vas kepada Express Health.
Baca Juga: Benarkah Covid-19 Bisa Sebabkan Diabetes? Ahli Ungkap Faktanya
Tiga gejala yang paling umum termasuk peningkatan rasa haus, frekuensi buang air kecil yang lebih tinggi [terutama di malam hari] dan peningkatan rasa lapar.
"Gejala yang kurang dikenali termasuk penurunan berat badan yang tidak diinginkan, kelelahan terus-menerus, penglihatan kabur, sakit kepala, dan infeksi yang sering terjadi seperti sariawan atau infeksi kulit atau luka yang membutuhkan waktu untuk sembuh."
Kebanyakan orang dewasa mengeluarkan antara satu dan dua liter urin setiap hari, tambah situs medis Diabetes.co.uk.
Ini tidak berarti bahwa Anda menderita diabetes jika Anda mengeluarkan lebih dari dua liter urin dalam satu hari, tetapi tetap layak untuk memeriksakan diri ke dokter.
Anda juga harus menemui dokter umum jika Anda merasa haus yang tidak dapat dijelaskan, terlepas dari seberapa banyak Anda minum.
Gejala-gejala ini lebih mungkin disebabkan oleh diabetes jika Anda memiliki kombinasi keduanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi