Suara.com - Makanan sehat sekalipun bisa memicu berbagai penyakit jika mengandung racun tertentu. Pada dasarnya, ada banyak sumber kuman penyebab penyakit termasuk bakteri, virus, dan parasit pada makanan.
Melansir dari Medicalxpress, mencegah penyakit bawaan makanan bisa dimulai dari dapur Anda. Hal ini disarankan oleh Dr. Pritish Tosh, spesialis penyakit menular di Mayo Clinic.
"Ada beberapa praktik penanganan makanan di dalam dapur Anda sendiri yang dapat membantu mencegah wabah penyakit diare yang menular," kata Dr. Tosh.
Dia mengatakan bahwa sebagian besar penyakit bawaan makanan disebabkan oleh kontaminasi silang daging mentah.
"Jika Anda memiliki daging mentah, tangani dengan hati-hati, jangan biarkan jus atau makanan lain bersentuhan dengan makanan mentah," imbuhnya.
Tosh menyatakan bahwa mencuci tangan juga menjadi penting dalam proses penyiapan makanan. "Mencuci tangan sangat penting terutama setelah menangani daging dan beralih menangani bahan lain," kata Tosh.
Bakteri dari tangan saat memegang potongan ayam mentah tidak hanya dapat mencemari makanan lain, tetapi juga perabotan di dapur yang sentuh, seperti sendok, meja, atau talenan.
"Bakteri dapat bertahan di situ dan kemudian menularkan bakteri ke seseorang," kata Dr. Tosh.
Dilansir dari Medicalxpress, setidaknya ada beberapa jenis kuman atau bakteri dari makanan yang sering kali menyebabkan keracunan, antara lain:
Baca Juga: Makan Makanan Cepat Saji Seminggu Sekali Tingkatkan Risiko Jantung Koroner
Clostridium Perfringens
Bakteri ini dapat ditemukan di daging, semur, dan makanan. Infeksi dapat terjadi jika makanan jenis ini disiapkan dalam jumlah banyak dan tetap hangat dalam waktu lama sebelum disajikan.
Norovirus
Virus ini dapat menyerang produk mentah dan siap makan serta kerang dari air yang terkontaminasi.
Salmonella
Makanan yang terkait dengan bakteri salmonella adalah daging mentah, unggas, susu, atau kuning telur. Penyakit ini dapat ditularkan melalui pisau, permukaan talenan atau makanan yang terinfeksi.
E. coli
Bakteri ini disebarkan terutama oleh daging giling yang kurang matang. Sumber lain dari bakteri ini adalah susu yang tidak dipasteurisasi serta sari apel, kecambah alfalfa, dan air yang terkontaminasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!