Suara.com - Seluruh negara di dunia sedang bersusah payah menangani dan bertahan dari virus corona penyebab Covid-19.
Angka kasus secara global masih terus meningkat, catatan Worldometers, Sabtu (19/9/2020) sebanyak 30.685.190 kasus positif dilaporkan terjadi di dunia.
Kasus meninggal dunia 955.693 korban jiwa, dan sudah 22.325.444 orang berhasil dinyatakan sembuh.
Kini kasus aktif tersisa 7.404.053 orang yang masih dirawat.
Sehari pertambahan kasus dunia mencapai 313.833 orang positif dan korban meninggal di dunia sehari bertambah 5.423.
Sementara di Asia dalam sehari 124.478 orang baru saja dinyatakan positif, dan 75 persennya disumbangkan India dengan 92.789 kasus sehari.
Korban yang baru saja meninggal dalam sehari di Asia tercatat ada 1.835 korban jiwa, dan 66 persennnya disumbangkan India dengan 1.221 orang yang baru saja meninggal.
Selain tertinggi di Asia, India menempati urutan kedua dunia sebagai negara terbanyak kasus Covid-19 dengan total 5.305.475 orang yang dinyatakan positif, total kematian di negeri Bollywood itu 85.625 orang yang sudah meregang nyawa.
Beruntung sudah ada 4.205.201 orang sudah dinyatakan sembuh.
Baca Juga: Selain Manusia, Kucing Juga Alami Masalah Pernapasan Akibat Covid-19
Menyusul Irak dengan kasus harian terbanyak kedua di Asia dengan 4.305 orang yang baru saja dinyatakan positif dari total kasus 311.690 orang yang positif.
Tapi jumlah korban meninggal harian Iraq hanya bertambah 76 orang dari total 8.408 kematian. Sedangkan kasus sembuh di Iraq sudah ada 245.305 orang.
Menyusul Iraq dan India, ternyata Indonesia menempati urutan ketiga dengan kasus harian terbanyak Asia, yakni 3.891 orang baru saja dinyatakan positif dari total kasus 236.519 orang yang positif.
Begitu juga dengan kasus kematian harian Indonesia berada di urutan ketiga dengan 114 korban meninggal dunia, beda tipis dari Iran dengan 144 orang yang baru saja meninggal dunia.
Total kematian di Indonesia tercatat 9.336 korban jiwa, beruntung sudah ada 170.774 orang yang sudah sembuh dari Covid-19 di tanah air.
Berita Terkait
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?