Suara.com - Sebuah studi menyatakan bahwa tidak semua pola makan ala vegetarian sesehat yang banyak orang pikirkan. Studi ini telah dipresentasikan dalam Kongres European Society of Cardiology (ESC) 2020.
"Penelitian kami menyoroti kualitas nutrisi variabel dari makanan nabati," kata penulis Dr. Matina Kouvari dari Harokopio University, Athena, Yunani seperti yang dikutip dari Science Daily.
"Temuan ini lebih terbukti pada wanita. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa wanita cenderung makan lebih banyak makanan nabati dan lebih sedikit produk hewani daripada pria. Tetapi penelitian kami menunjukkan bahwa ini tidak menjamin pilihan makanan yang lebih sehat dan berefek pada kesehatan," imbuhnya.
Melansir Science Daily, produk nabati yang sehat adalah makanan yang paling sedikit diproses, seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan teh atau kopi.
Sementara produk nabati yang tidak sehat terdiri dari jus, minuman manis, biji-bijian olahan, kentang, dan segala jenis manisan.
Studi tersebut meneliti hubungan antara jumlah dan kualitas makanan nabati dan kesehatan jantung selama periode 10 tahun. Dalam satu dekade, hampir setengah dari peserta obesitas telah mengembangkan tekanan darah tinggi, lipid darah tinggi, dan gula darah tinggi.
Pria yang mengonsumsi lebih banyak makanan nabati cenderung mengalami penurunan risiko masalah kesehatan kesehatan. Namun, kondisi ini tidak terlalu berpengaruh pada peserta perempuan.
Mengenai kualitas makanan nabati, pilihan yang lebih sehat dikaitkan dengan menjaga tekanan darah normal, lipid darah, dan gula darah.
Sebaliknya, mengonsumsi makanan nabati yang tidak sehat dikaitkan dengan pengembangan tekanan darah tinggi, lipid darah tinggi, dan gula darah tinggi.
Baca Juga: Waspada Pola Makan yang Tak Sehat Bisa Berefek pada Kesehatan Mental
Perempuan dilaporkan mengkonsumsi lebih bayak jenis nabati tidak sehat. Oleh karena itu, perempuan dalam penelitian ini tidak mengalami penurunan risiko masalah kesehatan secara signifikan.
"Makan lebih sedikit daging bermanfaat untuk kesehatan jantung, terutama bila diganti dengan makanan nabati bergizi seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan minyak zaitun," kata Dr. Kouvari.
Dia mencatat bahwa analisis dilakukan pada individu yang mengalami obesitas dan temuannya tidak bisa digeneralisasi ke kategori orang dengan normal atau kecil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan