Suara.com - Kekebalan tubuh yang kuat sangat diperlukan di tengah pandemi virus corona Covid-19 sekarang ini. Sayangnya, beberapa orang mungkin memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan sedang mencari cara untuk meningkatkannya.
Sebuah penelitian telah mengaitkan konsumsi sayuran fermentasi seperti kubis, yang bisa menurunkan risiko terinfeksi virus corona Covid-19 parah dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Penelitian yang dilansir dari Mirror UK itu telah mengaitkan makan sayuran yang difermentasi dengan risiko kematian yang lebih rendah akibat virus corona Covid-19.
Ilmuwan gastrointestinal klinis Dr Anthony Hobson menjelaskan usus adalah organ kekebalan terbesar dan berada di garda terdepan dalam melindungi tubuh dari sejumlah jenis bakteri serta virus.
Karena itu, seseorang perlu memiliki bakteri baik dalam jumlah banyak dengan mengonsumsi beragam jenis makanan. Dalam hal ini, sayuran fermentasi kaya akan bakteri probiotik yang meningkatkan kesehatan usus dan respons kekebalan tubuh.
Kekebalan tubuh yang kuat ini sangat penting, terlebih ketika musim dingin karena bisa meningkatkan risiko penularan virus corona. Selain mengonsumsi sayuran fermentasi, Anda juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh dengan 5 cara berikut ini.
1. Sabun
Pallav Shah, Profesor Pengobatan Pernapasan di Imperial College London menjelaskan bahwa mencuci tangan pakai sabun dan air sangat efektif mengurangi risiko infeksi virus corona Covid-19.
Sebuah studi dari University College London menunjukkan bahwa mencuci tangan 6 sampai 10 kali sehari bisa mengurangi risiko penularan virus corona Covid-19 hingga sepertiga. Jika Anda tidak bisa cuci tangan, gunakanlah pembersih tangan atau hand sanitizer.
Baca Juga: Mengosongkan Kursi Tengah Pesawat Tak Bantu Cegah Covid-19, Ini Sebabnya!
2. Menghilangkan stres
Peneliti Amerika Serikat telah menemukan efek stres akut akibat masa isolasi mandiri atau di rumah aja selama pandemi virus corona Covid-19. Mereka melihat banyak orang yang mengalami stres kardiomiopati atau sindrom patah hati.
Kondisi itu merupakan respons yang ekstrem. Tetapi, stres psikologis juga dikaitkan dengan risiko penyakit menular yang lebih besar, termasuk pilek.
Karena itu, Anda perlu mengelola dan menghilangkan stres dengan olahraga teratur, konsumsi makanan seimbang, hindari lakohol dan cukup tidur.
3. Suplemen
Penelitian telah menunjukkan kekurangan vitamin D bisa meningkatkan kerentanan infeksi saluran pernapasan. Public Health England merekomendasikan semua orang mengonsumsi suplemen 10 mcg setiap hari ketika kurangnya paparan sinar matahari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?