Suara.com - Bayi dari ibu yang terinfeksi Covid-19 sering kali lahir dengan keadaan baik. Hal ini dinyatakan dalam sebuah studi yang dipimpin oleh para peneliti di UC San Francisco.
Penelitian ini menunjukkan bahwa bayi lahir dari ibu yang terinfeksi virus corona Covid-19 umumnya baik-baik saja setidaknya enam hingga delapan minggu setelah lahir.
Di antara 263 bayi dalam penelitian ini, mereka yang lahir dari ibu yang dites positif SARS-CoV-2 dan mereka yang lahir dari ibu yang dites negatif sama sehatnya. Tidak ada pneumonia atau infeksi saluran pernapasan bawah yang dilaporkan selama usia delapan minggu.
Studi ini telah diterbitkan dalam Clinical Infectious Diseases.
"Bayi-bayi itu baik-baik saja dan luar biasa," kata penulis utama Valerie J. Flaherman, MD, MPH, profesor pediatri dan epidemiologi dan biostatistik di UCSF.
Melansir dari Medical Xpress, studi ini melaporkan bahwa setidaknya ada 179 bayi lahir hidup dari ibu dengan tes positif SARS-CoV-2 dan 84 ibu yang memiliki tes negatif. Kelahiran tersebut terjadi di lebih dari 100 rumah sakit AS. Rata-rata, usia ibu sekitar 31 tahun.
Dari total 263 bayi, 44 bayi dirawat di NICU tetapi tidak ada laporan pneumonia atau infeksi saluran pernapasan bawah selama penelitian. Namun ada 3 bayi yang mengalami masalah saluran pernapasan atas, dua bayi di antaranya dari ibu yang terinfekis Covid-19 sementara satu di antaranya tidak terinfeksi Covid-19.
Di antara bayi yang lahir dari ibu positif Covid-19, perkiraan kejadian bayi positif tes SARS-CoV-2 rendah yakni hanya berkisar 1,1 persen dan Covid-19 tampaknya tidak berdampak pada bayi-bayi tersebut.
"Secara keseluruhan, temuan awal mengenai kesehatan bayi meyakinkan, tetapi penting untuk dicatat bahwa sebagian besar kelahiran ini berasal dari infeksi yang terjadi pada trimester ketiga," kata penulis senior Stephanie L. Gaw, MD, Ph.D., asisten profesor kebidanan, ginekologi dan ilmu reproduksi di UCSF.
Baca Juga: Arab Saudi Buka Umrah Secara Bertahap Mulai 4 Oktober
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS