Suara.com - Ruam kulit salah satu gejala lain dari infeksi virus corona Covid-19. Kondisi ini bisa diduga kuat sebagai bentuk infeksi virus corona, bila Anda mengalami gejala umum lainnya, seperti batuk dan demam.
Tapi, banyak orang mungkin masih kebingungan menentukan ruam kulit yang dialaminya termasuk gejala virus corona Covid-19 atau bukan.
Sebab, ada banyak jenis ruam kulit yang bisa terjadi. Para peneliti pun telah mengidentifikasi 8 jenis ruam kulit yang bisa menjadi tanda potensial virus corona Covid-19.
Para ahli dari King's College London, yang menjalankan aplikasi Covid-19 Symptom Tracker, melihat peningkatan jumlah pengguna aplikasi yang melaporkan gejala virus corona tidak biasa.
Mereka menemukan bahwa 9 persen orang yang positif virus corona Covid-19 mengalami ruam di sekujur tubuh dan ruam di jari tangan atau kakinya.
Para peneliti juga mengatakan ruam kulit ini dua kali lebih umum terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa yang terinfeksi virus corona. Kondisi ini mungkin merupakan prediktor yang baik untuk menjalani tes swab daripada demam dan batuk.
Menurut data mereka yang dilansir dari The Sun, ruam biasanya muncul sebelum, selama atau setelah munculnya gejala virus corona Covid-19. Ruam kulit juga biasanya muncul setelah berminggu-minggu kemudian.
Ruam juga satu-satunya tanda infeksi virus corona Covid-19 pada 21 persen orang yang menjalani tes swab dengan hasil positif.
Para ahli telah meminta orang-orang yang mengalami ruam kulit untuk mengirimkan gambar kondisinya secara anonim untuk penyelidikann lebih lanjut.
Baca Juga: SNI Masker Kain Sudah Ditetapkan oleh BSN, Apa Saja Syaratnya?
Mereka menerima total 3.195 gambar yang ditinjau, diklasifikasikan dan dikurasi oleh tim dokter kulit senior. Mereka juga telah membuat galeri online untuk menampilan 400 grambar bersama British Association of Dermatologists.
Mereka juga telah membagikan dalam 7 jenis ruam kulit yang diindikasikan sebagai gejala virus corona Covid-19.
1. Urtikaria
Benjolan pada kulit yang datang tiba-tiba dan pergi cukup cepat selama berjam-jam biasanya terasa sangat gatal. Kondisi ini bisa dimulai dari bagian tubuh mana pun dan sering kali terasa gatal parah pada telapak tangan atau kaki.
Bahkan ruam kulit ini bisa menyebabkan pembengkakan pada bibir dan kelopak mata. Ruam kulit ini bisa muncul sejak awal infeksi virus corona Covid-19 atau berlangsung lama setelahnya.
2. Cacar air
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?