Suara.com - Masuk usia 6 bulan, bayi Anda umumnya akan mulai tumbuh gigi pertamanya. Namun ketika gigi pertama tak kunjung muncul, banyak orangtua menjadi khawatir. Bahkan, tak sedikit yang memberikan suplemen kalsium untuk anak. Lalu, apakah pemberian suplemen memang bisa membantu anak yang telat tumbuh gigi?
Untuk menjawab hal ini, dokter gigi spesialis anak drg. Melissa Adiatman, PhD mengatakan orangtua perlu tahu jika nutrisi kalsium untuk anak diperlukan saat di masa kehamilan.
"Kalsium memang komponen penting terutama pada saat ibu hamil. Pertumbuhan benih gigi sudah terjadi sebelum anaknya lahir, jadi suplemen yang diminum saat hamillah yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang gigi dan tulang," ujar drg. Melissa dalam diskusi IG live Orami beberapa waktu lalu.
Sedangkan jika suplemen kalsium diminum saat proses menyusui, ataupun diberikan pada anak langsung dalam bentuk vitamin, maka pengaruhnya tidak akan sebaik seperti mengonsumsi suplemen kalsium di masa kehamilan.
"Tapi kalau minumnya pas ibu sudah lahir, itu sudah beda lagi ceritanya," jelas drg. Melissa.
Tidak hanya gigi, semua jaringan keras di tubuh seperti tulang hingga kuku, semuanya dipengaruhi seberapa baik kandungan mineral. Sehingga kekuatan, kerapuhan, dan tumbuh kembangnya membutuhkan kalsium dan fosfor yang cukup.
Sementara itu, anak yang akan tumbuh gigi cenderung rewel, demam, dan banyak keluar air liur. Maka langkah yang bisa dilakukan untuk meringankan beban anak adalah dengan memberikan teether atau mainan yang bisa digigit anak.
Selain itu, menggigit buah yang didinginkan juga bisa membuat gusi anak lebih nyaman dan terbebas dari rasa gatal saat tumbuh gigi.
"Finger food buah yang didinginkan itu membuat rasa gatal dan tidak nyaman gigi mau keluar dari jadi berkurang, karena suhunya rendah. Jadi buah baru dikeluarkan dari kulkas, biarin gigit, pegang sendiri pakai tangannya," tutup drg. Melissa.
Baca Juga: Anak Rewel karena Sindrom Tumbuh Gigi? Ini Cara Mengatasinya
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi