Turis China Batal Datang
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Anupong Paojinda mencontohkan, masa karantina wajib bagi wisatawan masih 14 hari dan belum dikurangi menjadi 10 hari karena perlu studi lebih lanjut.
Phuket, kata dia, telah bersiap untuk menerima kelompok turis pertamanya dari China yang diharapkan tiba minggu ini di bawah skema STV yang bertujuan untuk mendukung pemulihan ekonomi Thailand.
Sekelompok 120 turis dan pengusaha China telah dijadwalkan tiba di Thailand pada Kamis, tetapi perjalanan mereka ditunda.
Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand Yuthasak Supasorn menegaskan inisiatif menyambut turis asing kembali ke Thailand di bawah skema visa khusus turis (STV) akan berjalan sesuai rencana, meski mungkin tertunda karena dokumen.
Dia memastikan wisatawan dengan skema STV akan bisa datang ke Thailand pada akhir bulan ini.
"Itu bagian dari persyaratan STV yang harus mereka bayar dulu," kata Yuthasak.
Yuthasak mengatakan Thailand tidak akan melakukan pengembalian uang pada turis China yang batal tiba karena perjalanan mereka hanya ditunda.
Kementerian Luar Negeri pada Kamis menolak untuk menjelaskan masalah penundaan itu tersebut dengan mengatakan gubernur Otoritas Pariwisata Thailand telah mengklarifikasi masalah tersebut.
Baca Juga: Ingin Indonesia Tetap Jadi Pilihan Turis, Ini Strategi Wishnutamatama
Berita Terkait
-
Thailand dan Tajikistan Lolos ke Piala Asia 2027, Tiket Terakhir Masih Diperebutkan
-
Bocah Thailand Bernama Metallica Berhasil Miliki Paspor, Bantah Keraguan Publik
-
Jadwal Terakhir Kualifikasi Piala Asia 2027: Thailand dan Filipina Kejar Tiket ke Putaran Final
-
Lagi Tampil di Panggung, Gigi Palsu Kontestan Miss Grand Thailand Copot
-
Kelakuan Turis AS Keluyuran saat Nyepi di Bali, Pura-pura Bisu saat Ditanya
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem