Suara.com - Meningkatkan kekebalan tubuh dan meredakan flu memang bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan cuka sari apel. Cuka sari apel sendiri dibuat menggunakan apel yang dihancurkan, difermentasi dan tidak disaring. Ini bersifat sangat asam dan memiliki bau yang kuat.
Melansir dari Times of India, cuka sari apel memiliki vitamin C dan serat yang sangat terkonsentrasi. Kandungan ini dipercaya dapat meningkatkan kekebalan dan meredakan hidung tersumbat akibat flu.
Tak hanya itu, cuka sari apel juga mengandung bakteri menguntungkan dan prebiotik yang berdampak positif pada sistem kekebalan tubuh. Cuka sari apel bersifat antibakteri dan membantu melawan patogen yang menimbukan infeksi pada tubuh.
Sifat dan kandungan cuka sari apel sendiri mendorong proses detoksifikasi melalui drainase limfatik dan meningkatkan sirkulasi yang dapat membantu menghilangkan pantogen asing dari tubuh dengan cepat.
Untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan meredakan flu, berikut tiga cara konsumsi aman cuka sari apel, antara lain:
Konsumsi dengan Campuran Air di Pagi Hari
Cuka sari apel adalah cara yang bagus untuk menyeimbangkan pH tubuh. Jumlah pH tubuh berkisar dari 1 hingga 14, namun angka idelanya adalah 7,3 hingga 7,45.
Saat pH kurang dari 7,3 berarti terlalu asam dan lebih dari 7,45 dianggap terlalu basa. Cuka sari apel yang disuntikkan ke minuman atau makanan Anda tepat di pagi hari dapat membantu kesehatan usus dengan meningkatkan mikrobioma usus.
Hal tersebut yang pada akhirnya membantu meningkatkan kekebalan.
Baca Juga: Bisa Cegah Infeksi Saluran Kemih, Simak 5 Manfaat Mandi Cuka Sari Apel
Cuka Sari Apel dan Madu
Cuka sari apel dengan madu adalah obat yang populer untuk flu. Obat ini digunakan selama berabad-abad untuk mengobati flu dan meningkatkan kekebalan.
Anda cukup mencampurkan 1 bagian cuka sari apel dengan 5 bagian air hangat dan 2 sendok makan madu. Sederhananya campurkan ketiga komposisi tersebut dengan perbandungan 1 (cuka) :5 (air hangat) :2 (madu).
Pil Cuka Sari Apel
Jika Anda tidak menyukai rasa cuka sari apel, Anda bisa mempertimbangkan untuk membeli ekstrak pilnya. Meskipun pil tidak mengandung jumlah vitamin C yang sama, namun pil ini dapat memberikan beberapa manfaat yang sama dengan cuka sari apel secara utuh.
Dalam penggunaan cuka sari apel, pastikan untuk selalu mengencerkannya sebelum dikonsumsi. Mengkonsumsinya secara langsung dapat merusak kerongkongan dan saluran pencernaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?