Suara.com - Di tengah pandemi virus corona Covid-19 sekarang ini, aktivitas sosial memang perlu dibatasi untuk mencegah penularan dan penyebaran.
Apalagi pertemuan atau berkunjung ke rumah seseorang dan berbincang di ruangan tertutup. Padahal ruangan tertutup dengan sirkulasi udara buruk berisiko menyebarkan virus corona Covid-19.
"Anda tidak boleh bertemu secara sosial dengan teman dan kerabat dekat dalam ruangan tertutup, seperti rumah pribadi, pub dan restoran. Kecuali memang tinggal bersaman," ujar pemerintah Inggris dalam menghimbau masyakatnya dikutip dari Mirror UK, Sabtu (17/10/2020).
Berikut 4 penyebab utama semua orang perlu menghindari kebiasaan bertamu atau berkunjung ke rumah orang selama pandemi virus corona Covid-19.
1. Virus corona tumbuh subur di dalam ruangan
Virus Covid-19 lebih mudah berkembang di dalam ruangan jika kondisi unventilated atau ventilasi udaranya kurang baik, termasuk di rumah pribadi. Peneliti Jepang menemukan kemungkinan orang yang terinfeksi menularkan virus di dalam ruangan adalah 18,7 kali lebih besar daripada di luar ruangan.
2. Virus bisa bertahan di permukaan selama berminggu-minggu
Studi terbaru telah memeringatkan bahwa virus corona Covid-19 bisa bertahan di permukaan lebih lama dari yang diperkirakan. Peneliti dari National Science Agency Australia menemukan bahwa virus corona bisa bertahan di permukaan selama 28 hari, termasuk layar ponsel, baja tahan karat dan uang kertas.
Meskipun orang sudah membersihkan permukaan rumahnya secara detail, tapi sulit untuk memastikan permukaan sudah aman dari virus corona atau belum.
Baca Juga: Jangan Abaikan Perubahan Warna Lidah, Bisa Jadi Itu Tanda Serangan Jantung!
3. Jarak sosial lebih sulit diterapkan di dalam ruangan
Jarak fisik sangat disarankan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan mudah. Sayangnya, langkah ini lebih sulit diterapkan di dalam ruangan.
"Sangat kecil kemungkinannya Anda terpapar virus corona di luar ruangan karena aliran udara yang cepat. Tapi, ruang tertutup yang padat jauh lebih berisiko," jelas Profesor Lena Ciric Associate di bidang Teknik Lingkungan di UCL.
4. Orang lebih tua memiliki risiko lebih tinggi
Bagi banyak orang, tidak bisa berkumpul atau menemui keluarga memang bagian tersulit dan menyedihkan. Tapi, lebih baik Anda mempertimbangkan kesehatan anggota keluarga, terutama lansia.
"Seiring bertambahnya usia, risiko akan mengalami kondisi parah akibat virus corona akan meningkat. Orang usia 50 tahun ke atas memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit parah daripada usia 40 tahun ke bawah," jelas CDC.
Berita Terkait
-
Kemenkes Minta Masyarakat Tak Asal Sentuh Bayi Saat Lebaran, Risiko Penularan Campak Tinggi
-
Waspada! Menkes Sebut Campak 18 Kali Lebih Menular dari COVID-19, KLB Mengancam Sejumlah Wilayah
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak
-
Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua
-
Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat
-
Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?
-
Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty