Suara.com - Virus corona Covid-19 bisa menyebar mudah melalui kontak dekat dengan orang yang positif terinfeksi. Penularan bisa terjadi ketika orang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara dengan Anda.
Karena itu, semua orang disarankan untuk menjaga jarak agar tidak terkontaminasi virus corona Covid-19 dari orang yang sakit.
Dalam kasus ini, kontak dekat artinya menghabiskan waktu dengan seseorang yang terinfeksi virus corona atau berada di sekitar mereka tanpa menjaga jarak sosial.
Orang tidak akan tahu bahwa mereka terkena virus corona Covid-19, kecuali pelacak kontak memberi tahu mereka seseorang telah mengalami gejala tertentu.
Gejala virus corona Covid-19 biasanya meliputi suhu tinggi, batuk persisen, kehilangan atau perubahan indra penciuman dan rasa. Karena itu, seseorang disarankan isolasi mandiri bila muncul tanda-tanda peringatan itu.
Jika sudah memahami gejala yang ada, seseorang biasanya diharuskan untuk melakukan karantina mandiri di dalam rumah tanpa kontak dari luar.
Mereka yang memiliki gejala atau positif virus corona Covid-19 harus melakukan isolasi mandiri selama 10 hari. Sementara orang yang hidup bersama, kontak dekat atau pernah terpapar dengan orang positif virus corona juga harus melakukan isolasi selama 14 hari.
Menurut NHS dilansir dari Express, orang-orang juga harus segera mengisolasi diri jika ada dalam situasi berikut ini:
1. Petuga medis yang mendeteksi virus corona memintanya mengisolasi diri
2. Aplikasi deteksi gejala virus corona memberinya peringatan untuk isolasi diri
3. Seseorang baru saja kembali setelah berpergian dari negara atau wilayah dengan kasus virus corona tertinggi
Baca Juga: Oktober Bulan Kesadaran Kanker Payudara, Simak 5 Fakta Pentingnya
Virus corona Covid-19 telah terbukti mematikan bagi beberapa populasi, terutama orang tua yang memiliki penyakit kronis. Beberapa kondisi tertentu dari penderita mungkin masih diobati di rumah.
NHS merekomendasikan orang-orang untuk minum banyak cairan, istirahat, minum parasetamol atau ibuprofen jika demam. Anda juga bisa berbaring miring atau duduk tegak dan mencoba satu sendok teh madu untuk mengatasi batuk.
Berita Terkait
-
WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?
-
Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
-
Jerinx SID Kembali Singgung Konspirasi COVID-19, Ungkit Aksi Demo Tolak Rapid Tes Tahun 2020
-
Epstein Files Singgung Simulasi Pandemi Sebelum COVID-19, Nama Bill Gates Terseret
-
Merasa Tervalidasi oleh Epstein Files, Jerinx SID: Kini Kebenaran Makin Menyala
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026