-
Tiga orang tewas akibat wabah hantavirus yang menyerang penumpang kapal pesiar MV Hondius.
-
Negara-negara di seluruh dunia menerapkan karantina wajib hingga 42 hari bagi para penumpang.
-
Investigasi fokus pada jejak tikus pembawa virus di wilayah Argentina, Chili, dan Uruguay.
Suara.com - Penyebaran Hantavirus yang bermula dari kapal pesiar MV Hondius kini memaksa berbagai negara menerapkan protokol isolasi ekstrem hingga 42 hari bagi seluruh penumpang. Prosedur ketat ini diambil setelah munculnya laporan kematian dan kasus positif yang tersebar dari Eropa hingga Amerika Utara pasca-pelayaran.
Evakuasi terakhir di pelabuhan Granadilla, Tenerife, menandai dimulainya pengawasan medis global terhadap puluhan warga lintas negara. Langkah ini bukan sekadar tindakan preventif biasa, melainkan respon atas risiko fatalitas virus yang dibawa dari habitat tikus di wilayah Argentina.
Dikutip dari BBC, tiga nyawa telah melayang, termasuk pasangan asal Belanda dan seorang wanita Jerman, dengan dua di antaranya terkonfirmasi akibat virus tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini mencatat total sembilan kasus, yang terdiri dari tujuh pasien terkonfirmasi dan dua kasus suspek.
Inggris mengambil langkah drastis dengan menempatkan warganya di Rumah Sakit Arrowe Park untuk pemeriksaan intensif selama 72 jam awal. Setelah fase tersebut, mereka diwajibkan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 42 hari ke depan.
Menteri Kesehatan Publik Inggris, Sharon Hodgson, menyatakan bahwa saat ini belum ada penumpang yang menunjukkan tanda-tanda sakit secara fisik.
"Dengan tidak adanya kasus atau gejala di antara mereka dan tindakan pemantauan serta isolasi kami yang ketat, risiko bagi publik tetap sangat rendah," ujarnya.
Amerika Serikat juga tidak luput dari ancaman ini setelah 18 warganya kembali dan langsung menjalani pemindaian medis di Omaha serta Atlanta. Dua penumpang bahkan harus mendapatkan perawatan khusus, termasuk satu orang yang dievakuasi menggunakan unit isolasi mandiri karena bergejala ringan.
Perwakilan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) AS, John Knox, menegaskan bahwa rencana perawatan individu akan segera disusun bagi mereka.
"Para warga Amerika yang kembali akan menjalani berbagai penilaian kesehatan selama beberapa hari ke depan," kata Knox.
Baca Juga: Sistem Biokontainment Amerika Serikat Siaga Penuh Antisipasi Ledakan Kasus Hantavirus
Sementara itu, Prancis melaporkan kondisi yang lebih mengkhawatirkan setelah seorang warga negaranya jatuh sakit dalam penerbangan menuju Paris.
Menteri Kesehatan Prancis, Stéphanie Rist, mengonfirmasi bahwa kondisi kesehatan pasien wanita tersebut terus menurun di ruang isolasi.
Di Spanyol, 14 warga yang dievakuasi kini berada di bawah pengawasan ketat rumah sakit militer di Madrid untuk memastikan status infeksi mereka.
"Individu tersebut tetap diisolasi, tidak menunjukkan gejala, dan dalam kondisi umum yang baik," jelas Menteri Kesehatan Spanyol, Mónica García.
García juga menambahkan mengenai status penumpang lainnya yang masih menunggu hasil uji laboratorium final untuk memastikan keamanan publik.
"Tiga belas penumpang lainnya dinyatakan negatif untuk sementara. Dalam beberapa jam ke depan, kita akan mengetahui hasil pastinya," tambah sang menteri.
Di sisi lain, Jerman dan Kanada menerapkan kebijakan serupa dengan memantau pergerakan penumpang hingga ke alamat tinggal pribadi mereka di berbagai negara bagian. Pemerintah Jerman memastikan pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan guna mendeteksi gejala yang bisa muncul mendadak dalam masa inkubasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Cara Download Logo Hari Pramuka 2026, Lengkap dengan Link Resminya
-
Bybit Resmi Ekspansi ke Indonesia usai Akuisisi Nobi, Incar 20% Pangsa Pasar Transaksi Kripto
-
Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026 Jam Berapa? Simak Waktu Pelaksanaannya di Sini!
-
Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Direncanakan Mulai Pekan Depan
-
Kota Jogja Siapkan Rp40 Miliar Angkut Sampah ke PSEL, Bantul Pastikan Warga Sekitar Tak Direlokasi
-
Niat Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan: Lengkap dengan Bacaan Latin, Arti, dan Jadwalnya di Tahun 2026
-
Misteri Kunci Hilang Terjawab: Sebulan Diincar, Mobil Avanza di Bandar Lampung Raib Digasak
-
Stop 'Pencet Setuju' Tanpa Baca! Inovasi Layanan Jadi Kunci Agar Kuota Internet Gak Hangus
-
Laba BCA Syariah Meningkat, Aset Tembus Rp20,7 Triliun
-
Pengusaha Sound Horeg Jatim-Jateng Temui Jokowi, Dukung Gibran di 2029