Suara.com - Berenang di air dingin dapat menunda penurunan kemampuan neurologis atau neuro-degeneratif seperti demensia. Melansir dari Independent, para peneliti dari Universitas Cambridge menemukan bahwa berenang di air dingin dapat meningkatkan kadar protein "kejutan dingin" (RBM3).
Kadar protein RBM3 ini yang disebut baik untuk melindungi tubuh dari timbulnya demensia. Meski penelitian ini masih dalam tahap awal, namun diharapkan dapat membantu pengobatan demensia di masa mendatang.
Giovanna Mallucci, peneliti utama ini mengatakan protein yang didapat dari berenang di air dingin dapat menunda demensia. Dalam hal ini Profesor Mallucci yang merupakan direktur Pusat Institut Penelitian Demensia Inggris di Universitas Cambridge mengatakan bahwa timnya membandingkan perenang air dingin dengan orang yang melakukan Tai Chi.
"Kami membandingkan dengan sekelompok orang yang melakukan Tai Chi yang tidak kena flu dan tidak mengalami peningkatan kadar protein ini," kata Prof Mallucci kepada para perenang.
"Ini memberitahu kita bahwa dingin menyebabkan peningkatan protein RBM3 pada manusia yang menunjukkan bahwa berenang di air dingin meningkatkan protein pelindung," tambahnya.
Profesor Mallucci mengatakan bahwa manfaat protein RBM3 dalam menunda timbulnya demensia bisa terlihat signifikan pada beberapa tahun ke depan.
"Jika Anda memperlambat kemajuan demensia bahkan beberapa tahun pada seluruh populasi, itu akan memiliki dampak yang sangat besar secara ekonomi dan kesehatan," katanya.
Saat ini ada lebih dari 850.000 orang yang menderita demensia di Inggris dan kondisi tersebut memengaruhi seperenam dari mereka yang berusia di atas 80 tahun. Jumlah orang dengan penyakit degeneratif diperkirakan melebihi satu juta pada tahun 2025.
Baca Juga: Kekurangan Vitamin B12 Bisa Picu Penyakit Otak, Begini Gejalanya
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar