Suara.com - Demensia adalah suatu penyakit yang memengaruhi otak. Ada lebih dari 100 jenis demensia yang gejalanya bergantung pada kerusakan area otak.
Beberapa jenis demensia pun gejalanya berkaitan dengan hilangnya ingatan dan perubahan suasana hati. Ada pula sejumlah gejala virus corona yang spesifik dan bisa dibagi lagi menjadi subset dari jenis tertentu.
Misalnya, penyakit creutzfeldt, yakni jenis demensia disebabkan oleh protein berbentuk abnormal yang menginfeksi otak, biasanya datang dalam berbagai bentuk dan lebih jarang terjadi.
NHS menjelaskan bahwa pola gejala demensia bisa bervariasi tergantung pada jenis CJD. Jenis yang umum adalah CJD sporadis yang biasanya memengaruhi kerja sistem saraf.
Hal ini menyebabkan sejumlah gejala neurologis, seperti mati rasa atau kesemutan di berbagai bagian tubuh. Gejala neurologis lainnya termasuk:
- Kesulitan berjala akibat masalah keseimbangan dan koordinasi
- Kesulitan berbicara
- Pusing
- Masalah penglihatan, seperti penglihatan ganda dan halusinasi
Menurut Alzheimer's Research UK dilansir dari Express, biasanya gejala CJD memerlukan waktu beberapa saat untuk muncul. Tapi, penurunannya jauh lebih cepat dari jenis demensia lainnya.
"Sayangnya, kebanyakan orang dengan CJD akan meninggal dalam waktu satu tahun setelah gejalannya muncul," jelas badan kesehatan tersebut.
Orang yang berisiko
CJD sporadis masih belum diketahui penyebabnya, meskipun ada beberapa faktor risiko yang terkait dengan kondisi tersebut.
Baca Juga: Virus Corona Bisa Bertahan Lama, Lakukan 4 Langkah Ini untuk Lindungi Diri!
Menurut Asosiasi Alzheimer (AA), usia memiliki pengaruh pada CJD sporadis yang cenderung berkembang di kemudian hari, biasanya sekitar usia 60 tahun.
Jensi CJD lainnya, seperti CJD familial, yang cenderung muncul lebih awal. Penelitian telah berusaha untuk menjelaskan lebih lanjut tentang asosiasi risiko CJD sporadis tetapi tidak ada kesimpulan yang pasti.
Contohnya, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMC Public Health mencoba menganalisis k=lonjakan angka kematian tahunan akibat penyakit Creutzfeldt-Jakob (CJD) di Swiss.
Pada tahun 2001, angka kematian tahunan akibat penyakit Creutzfeldt-Jakob (CJD) di Swiss meningkat dari kurang dari 1,5 menjadi 2,6 per juta penduduk.
Setelah melakukan analisis, peneliti menemukan bahwa pasien CJD sporadis cenderung biasa berpergian ke luar negeri, bekerja di laboratorium hewan, menjalani perawatan gigi incasif, bedah ortopedi hingga operasi oftamologi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui