Suara.com - Bagi orangtua yang menggunakan botol untuk memberikan susu pada si kecil, sebaiknya mulai waspada.
Sebuah studi terbaru menemukan bahwa botol bayi polypropylene melepaskan jutaan partikel mikroplastik, yang diperburuk oleh cairan panas.
Dilansir dari New York Post, peneliti dari Trinity College Dublin menerbitkan temuannya di Nature Food pada hari Senin.
Mereka menemukan bahwa botol polypropylene melepaskan sebanyak 16,2 juta partikel mikroplastik per liter dan air panas meningkatkan pelepasan menjadi 55 juta partikel.
Menurut penelitian, sterilisasi botol dan persiapannya membuat bayi terpapar sekitar 1 juta partikel mikroplastik rata-rata setiap hari.
“Saat kami melihat hasil ini di lab, kami segera mengenali potensi dampak yang mungkin ditimbulkan,” kata John Boland, penulis studi dan profesor terkait di Trinity's School of Chemistry.
“Hal terakhir yang kami inginkan adalah terlalu mengkhawatirkan orang tua, terutama ketika kami tidak memiliki informasi yang memadai tentang potensi konsekuensi mikroplastik pada kesehatan bayi.”
Para peneliti menyusun rekomendasi baru untuk membantu meminimalkan jumlah mikroplastik yang dilepaskan saat menyiapkan botol. Boland menambahkan bahwa tim menyerukan revisi pedoman tentang masalah tersebut.
Liwen Xiao, profesor di TrinityHaus dan Trinity's School of Engineering mengatakan penelitian tersebut mengungkapkan bahwa keterpaparan lebih dekat daripada yang disadari sebelumnya.
Baca Juga: Penelitian: Sekitar 21 Juta Ton Mikroplastik Mengapung di Samudra Atlantik
“Kita perlu segera menilai potensi risiko mikroplastik terhadap kesehatan manusia,” kata Xiao. “Memahami nasib dan pengangkutan melalui tubuh setelah menelan merupakan fokus penting penelitian di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!