Suara.com - Setiap ibu punya produk perawatan anak andalan masing-masing, yang mungkin saja berbeda antara ibu yang satu dengan ibu yang lainnya. Beberapa ibu ada yang mengandalkan minyak telon, minyak kayu putih, ataupun baby cream untuk bayinya. Lalu, bagaimana dengan Sandra Dewi?
Ibu dua anak ini menjadikan tisu basah sebagai produk yang sangat penting dalam merawat anak-anaknya, yang disebutnya harus tersedia kapan dan di manapun.
"Tisu basah favorit aku, harus banget ada kalau ke mana-mana," ujar Sandra Dewi dalam webinar perayaan Anniversary 15th Mothercare, Kamis (22/10/2020).
Selain praktis, tisu basah untuk bayi juga cenderung lebih aman untuk membersihkan peralatan bayi, benda, dan kulit bayi yang cenderung sensitif.
Terlebih, kedua anak lelaki Sandra Dewi memiliki kulit yang sangat sensitif, sehingga tidak bisa menggunakan sembarangan produk untuk mencegah keduanya mengalami iritasi.
"Anak-anak aku kebetulan sensitif, jadi kalaupun cairan tisu basahnya tertelan anak, mereka akan tetap aman," katanya.
Perempuan yang mengawali karirnya sebagai model itu juga bercerita, tisu basah bukan hanya penting bagi kedua anaknya, tapi juga bisa ia gunakan untuk membersihkan benda dan kulit dari kotoran dan debu, jika tidak ada air.
"Bahkan tidak cuman bayi, aku aja pakai tisu basah. Dokter kulit aja bilang paling aman, walaupun airnya tertelanpun nggak apa-apa," tutupnya.
Sementara itu, penggunaan tisu basah untuk anak dengan kulit sensitif memang sebaiknya berhati-hati. Apalagi tisu basah yang mengandung alkohol, pewangi, dan deterjen.
Baca Juga: Luna Maya Masih Update Ariel NOAH, Sandra Dewi Galau Pindah Agama
Adapun area kulit anak yang paling sering mengalami reaksi alergi adalah jari tangan, area kelamin, dan bokong. Jika reaksi alergi muncul pada anak, maka hentikan penggunaan tisu basah, dan beralih ke air hangat untuk membersihkan kulit bayi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi