Suara.com - Survei baru menemukan orang Amerika yang lebih tua atau lansia lebih baik daripada orang dewasa yang lebih muda dalam mengikuti pedoman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS untuk mengurangi penyebaran virus corona Covid-19.
Menurut tim di Data Foundation yang melakukan survei, perbedaan sikap ini bisa menjelaskan penyebab infeksi virus corona Covid-19 mulai meningkat pada orang yang lebih muda.
Para peneliti melaporkan bahwa kebanyakan orang Amerika sudah melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Misalnya, penggunaan masker wajah yang naik dari rata-rata mulai dari 78 persen di bulan April 2020 menjadi 83 persen di bulan Mei 2020.
Lalu, penggunaan masker ini semakin meningkat 89 persen di bulan Juni 2020. Hasil survei ini melibatkan 6.500 orang dewasa usia 18 tahun ke atas.
Persentase orang dewasa yang lebih tua melaporkan memakai masker naik hingga 14 persen lebih tinggi, tergantung pada bulannya dibandingkan kelompok dewasa muda.
Tapi, perilaku lain seperti mencuci tangan, menjaga jarak fisik dan menghindari tempat umum atau keramaian sedikit menurun atau rata-rata tidak berubah dari waktu ke waktu.
Misalnya, survei menemukan bahwa kebiasaan mencuci tangan menurun dari rata-rata 93 persen di bulan April 2020 menjadi 91 persen di bulan Mei. Bahkan, sekarang kebiasaan ini semakin menurun hingga 89 persen di bulan Juni 2020.
Namun di hampir setiap waktu, orang kategori lanjut usia 60 tahun ke atas justru mengungguli semua kelompok usia lainnya. Semakin muda seseorang, maka semakin kurang konsisten mereka dalam mengikuti pedoman kesehatan selama pandemi.
"Hal ini terjadi mungkin karena lansia lebih khawatir tentang pandemi virus corona. Berdasarkan risiko, mereka yang lebih berisiko tinggi mengalami kondisi parah dibandingkan orang dewasa muda," jelas para peneliti dikutip dari CNN.
Baca Juga: Benarkah Pertemuan Kecil Bisa Batasi Penularan Virus Corona? Ini Kata Ahli!
Orang dewasa muda mungkin juga cenderung tidak terlibat dalam perilaku mitigasi karena faktor sosial, perkembangan dan kepraktisan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?