Suara.com - Ukuran dan jumlah populasi Indonesia yang teramat besar menyebabkan akses terhadap perawatan kesehatan yang tepat waktu dan dapat diandalkan terkadang menjadi tantangan. Halodoc ingin mengubah hal tersebut melalui penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau atificial intellegence (AI) yang berpusat pada manusia (human-centered artificial intelligence - HAI).
Sebagai platform telemedicine seluler pertama yang menghubungkan masyarakat Indonesia kepada para dokter, serta membantu mengatur janji konsultasi antara pasien dengan dokter, proses pengiriman obat, dan tes kesehatan, Halodoc membentuk tim yang terdiri dari dokter, data scientist, engineer, manajer produk, dan peneliti untuk menentukan cara teknologi dapat mendukung pekerjaan para dokter di Indonesia.
Salah satu pendekatan khusus yang berhasil diidentifikasi oleh tim ini adalah penggunaan AI untuk mereplikasi proses mentoring serta masukan yang diterima dokter junior dari dokter yang lebih berpengalaman di rumah sakit—sebuah proses penting untuk meningkatkan kualitas perawatan, tetapi sulit untuk direproduksi dalam skala besar.
Halodoc ingin menciptakan cara mudah untuk memberikan masukan dalam bidang kesehatan virtual, dan bekerja sama dengan pakar Machine Learning dari Google di Late Stage Accelerator untuk menentukan pendekatan terbaik.
Dengan panduan dari Google, para engineer di Halodoc menerapkan Natural Language Processing (NLP) dalam bahasa Indonesia untuk mengukur, memberi peringkat, dan memberikan insight yang dapat memberi informasi kepada para dokter saat membuat keputusan terhadap pasien di seluruh Indonesia—yakni dengan menggunakan data dari ribuan konsultasi untuk melatih model machine learning.
Saat membuka aplikasi Halodoc, dokter akan melihat informasi kinerjanya yang didasarkan pada waktu respons dan metrik indeks kualitas. Selain itu, dokter juga akan melihat saran tindakan untuk semakin meningkatkan kualitas konsultasi. Mereka juga dapat memilih untuk menerima masukan dan pelatihan lebih lanjut dari dokter senior jika diperlukan.
Saat ini, lebih dari lima persen penduduk Indonesia menggunakan platform Halodoc. Berkat penerapan prinsip AI untuk meningkatkan kualitas perawatan yang dialami pasien, rating aplikasi Halodoc naik dari 4,5 menjadi 4,8 bintang dalam waktu kurang dari enam bulan, dan skor dokter di aplikasi secara keseluruhan naik 64 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal