Suara.com - Pakar mengatakan sedikitnya ada empat standar kesejahteraan bagi suatu negara. Dua di antaranya bisa dicapai dengan mudah di Indonesia.
Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Prof Dr. dr Sri Rezeki Hadinegoro Sp.A. (K) mengatakan, dua di antaranya yang paling penting adalah air bersih dan imunisasi.
Sri mengatakan, menurut para ahli kesehatan, jika dua faktor itu mampu dipenuhi suatu negara maka penyakit infeksi bisa diatasi.
"Dikatakan para ahli kalau negara itu punya persediaan air bersih baik dan menyeluruh juga imunisasi cakupannya tinggi itu hampir 70 persen masalah kesehatan anak bisa teratasi dalam hal infeksi. Sehingga jadi fokus kita juga bagaimana kita bisa punya imunisasi cakupannya tinggi," kata prof Sri dalam webinar Komite Penanganan Covid-19, Selasa (10/11/2020).
Ia mencontohkan, seperti penanganan polio yang vaksin tetesnya sebenarnya murah.
Tetapi jika anak telah terkena polio maka bisa berisiko besar menyebabkan kematian.
"Kita harus melihat bagaimana risk and benefitnya penyakit kalau diimunisasi. Itu yang dipikirkan, tapi yang ditakutkan hanya gejala efek samping (imunisasi) tapi tidak takut pada penyakitnya sendiri," katanya.
Sedangkan faktor lain yang menjadi standar kesejahteraan suatu negara sepertj ASI, nutrisi seimbang, juga tidak adanya polusi di dalam ruangan.
"Memang kalau kita lihat upaya-upaya pencegahan itu yang paling penting adalah air bersih, kedua imunisasi. Kemudian ASI, nutrisi seimbang, tidak ada polusi di dalam ruangan. Tetapi langkah yang paling penting adalah air bersih dan imunisasi, ini jadi prioritas," paparnya.
Baca Juga: Tenaga Medis Wafat Capai 282 Orang, IDI: Mereka Pahlawan Sebenarnya
Berita Terkait
-
Daging Kambing Bikin Kolesterol dan Tensi Naik? Jangan Salah Paham, Ini Kata Dokter Tirta
-
Saat Seragam Berbicara tentang Kemanusiaan: Mengapa Kisah Tentara dan Dokter di DOTS Begitu Mengena?
-
Podcast Bareng, Dokter Tirta Ungkap Sisi Lain Aldi Taher yang Jarang Diketahui
-
IDAI Kritik Susu Formula di Program MBG, Pangan Lokal Lebih Efektif
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?