Suara.com - Anak keempat Oki Setiana Dewi, Sulaiman Ali Abdullah, yang baru saja lahir dinyatakan mengalami Transient Tachypnea of Newborn (TTN).
Hal ini membuat Oki tidak bisa melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), lantaran putra keduanya itu harus langsung diboyong dan dirawat di ruang neonatal intensive care unit (NICU) selama beberapa hari.
"Saya dan Sulaiman masih di sini. TTN nya sudah membaik, namun ternyata harus ada pemeriksaan lanjutan. Kemarin dokter anak mendatangi saya dan menyampaikan bahwa Sulaiman harus diobservasi oleh 6 dokter," ungkap Oki melalui akun instagramnya @okisetianadewi di hari usai melahirkan, Rabu (18/11/2020)
Kenyataan ini membuat Oki sedih, karena proses kondisi Sulaiman berbeda dengan kondisi ketiga kakaknya.
Padahal IMD adalah proses yang cukup penting, karena setelah dilahirkan bayi akan langsung berada dalam dekapan ibu dan merangsang air susu ibu (ASI) ibu cepat keluar.
Mengutip Hello Sehat, IMD adalah awal yang tepat bagi Anda dan bayi untuk memulai ASI eksklusif atau sebelum memulai proses menyusui yang sesungguhnya.
Inisiasi menyusui dini tidak hanya memudahkan proses menyusui ASI, tapi juga menjadi momen ‘perkenalan’ yang dapat memperkuat ikatan antara Anda dan bayi. Ini karena saat melakukan proses tersebut, ada sentuhan langsung antara Anda dan bayi alias skin to skin contact.
Proses inisiasi menyusui dini membantu bayi yang baru lahir bisa langsung merasakan sentuhan dan aroma yang nyaman dari tubuh Anda. IMD adalah sebuah proses penting untuk membantu melatih kemampuan indra pada tubuh bayi.
Berikut 5 manfaat lain dari IMD bagi ibu dan bayi:
Baca Juga: Apa Itu TTN yang Dialami Anak Keempat Oki Setiana Dewi?
1. Melatih bayi menyesuaikan diri
Inisiasi menyusui dini yang diawali dengan skin to skin contact sebelumnya akan memudahkan bayi untuk lebih cepat terbiasa dengan kondisi barunya di luar rahim ibu.
Ini karena aroma serta sentuhan yang dirasakan bayi saat melakukan skin to skin contact selama proses inisiasi menyusui dini membuatnya merasa lebih tenang dan nyaman.
2. Kurangi rasa cemas bayi
IMD membuat bayi tidak terlalu merasa cemas dan lebih mudah terbiasa dengan dunia luar berkat proses inisiasi menyusui dini.
Sebaliknya, bayi yang dipisahkan oleh ibu segera setelah melahirkan alias tidak melakukan inisasi menyusui dini dan ditempatkan di ruang khusus bayi biasanya memiliki sedikit kesulitan dalam beradaptasi.
Bayi mungkin akan sering sekali menangis karena merasa cemas dan stres melihat perubahan lingkungan yang ada di sekitarnya secara tiba-tiba karena tidak menjalani inisiasi menyusui dini.
3. Buat ibu tenang dan bahagia
Adanya proses inisiasi menyusui dini setelah melahirkan dapat membuat kontak antara ibu dan bayi bisa terjadi lebih cepat.
Maka itu, secara tidak langsung IMD adalah sebuah proses yang dapat mengurangi rasa sakit dan kemungkinan trauma yang Anda alami pasca persalinan.
Berkat pengaruh hormon endorfin dan oksitosin juga Anda akan merasa ingin segera memberikan kasih sayang pada bayi.
4. Menambah semangat ibu menyusui
Biasanya saat pasca melahirkan ibu dilanda kecemasan luar biasa, karena khawatir produksi ASI tidak mencukupi kebutuhan bayi, alhasil ibu jadi stres dan di sinilah peran IMD,
Tanpa sadar, IMD membuat ibu merasakan hubungan yang dekat dan penuh kasih sayang pada si kecil. Sehingga IMD adalah masa untuk memberikan peluang yang lebih besar bagi ibu dan bayi agar bisa menjalani ASI eksklusif dalam jangka waktu yang lebih lama.
5. Meningkatkan kekebalan tubuh bayi
Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, imunitas tubuh hal yang harus sangat diperhatikan termasuk bayi yang memiliki sistem kekebalan tubuh sangat lemah.
Pada proses IMD pada prosesnya ada kegiatan menempelkan kulit dan mulut bayi secara langsung pada kulit ibu sehingga akan membuatnya menelan bakteri baik tersebut.
Bakteri baik dari kulit ibu tersebut kemudian akan membentuk koloni di kulit dan usus bayi sebagai perlindungan diri. Selanjutnya, koloni atau kumpulan bakteri baik ini yang akan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi.
Berita Terkait
-
Ulasan Buku Melukis Pelangi: Menghapus Kata Takut dan Menyerah dalam Hidup
-
Bangun Rumah Baru Banjir Sponsor, Ria Ricis Ucap Syukur
-
Oki Setiana Dewi Pilu Jemaah Haji Furoda Gagal Berangkat: Allah Tahu Air Matamu
-
Bagaimana Gaya Parenting Ria Ricis? Adab Moana Curi Perhatian Saat Tolak Ajakan Foto Penggemar
-
Paula Verhoeven Disebut Positif HIV, Komentar Oki Setiana Dewi Curi Atensi
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak