Suara.com - Banyak cara untuk bisa menurunkan berat badan. Salah satunya dengan mencoba trik dengan mengonsumsi makanan ini sebelum sarapan.
Kini Amerika Serikat disebut tengah mengalami gelombang ketiga Covid-19. Bahkan sekitar 250 ribu orang dinyatakan meninggal akibat penyakit tersebut. Dua berita tadi merupakan kabar terpopuler di kanal health Suara.com. Berikut ini kabar terpopuler lainnya.
1. Trik Turunkan Berat Badan, Konsumsi Minuman Ini saat Pagi sebelum Sarapan
Ada banyak faktor pendukung dari penurunan berat badan, salah satunya minuman, yang diyakini mampu membakar lemak.
Dilansir The Health Site, berikut beberapa minuman yang dapat dikonsumsi saat perut kosong di pagi hari dan dipercaya dapat mengurangi lemak perut:
2. Gelombang Ketiga Virus Corona di AS, Korban Meninggal Tembus 250.000
Amerika Serikat tengah menghadapi gelombang ketiga virus Corona, yang membuat jumlah korban meninggal terus bertambah.
Dilansir ANTARA, jumlah kematian Covid-19 di Amerika Serikat melampaui 250.000 pada hari Rabu (17/11/2020) waktu setempat.
Baca Juga: Berapa Lama Sih Kekebalan Tubuh Pada Covid-19 Bertahan? Ini Kemungkinannya
3. Bisakah Masker Bedah Digunakan Berulang? Begini Kata Ahli
Masker kain memang menjadi alternatif yang pas untuk menghalangi transmisi virus corona Covid-19. Namun banyak orang yang masih memilih untuk menggunakan masker bedah.
Sebelumnya, makser bedah disebut hanya bisa sekali pakai. Namun Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serkat (FDA) merekomendasikan dalam keadaan darurat untuk menggunakan uap hidrogen peroksida dalam mendekontaminasi masker N95.
4. 5 Cara Ini Remeh Banget tapi Ampuh Menurunkan Berat Badan, Coba yuk!
Ada banyak cara untuk menurunkan berat badan, mulai dari mengubah pola makan hingga berolahraga secara rutin.
Selain cara-cara yang biasanya Anda dengar, ternyata ada versi yang lebih simpel dan sangat mudah diterapkan. Namun sayangnya, cara ini justru diremehkan meski sebenarnya manjur.
5. Update Covid-19 Global: Angka Kematian Harian 10.799 Jiwa Sehari
Penambahan jumlah angka kematian harian akibat infeksi virus corona mencapai angka tertinggi. Update Covid-19 global hari ini melaporkan ada 10.799 jiwa meninggal dunia dalam satu hari, demikian mengutip data dari situs worldometers. Total kematian akibat Covid-19 saat ini tercatat 1,35 juta jiwa di seluruh dunia.
Kematian harian paling banyak terjadi di Amerika Serikat dengan jumlah 1.906 jiwa, sehingga total orang yang meninggal akibat virus corona di AS kini menjadi 256.204 jiwa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia