Suara.com - Para vegan yang menjalani pola makan nabati atau tidak mengonsumsi pangan yang berasal dari hewan, ternyata lebih berisiko mengalami patah tulang. Fenomena ini terkuak melalui penelitian yang dilakukan terhadap 50.000 vegan di Inggris, dan 43 persen dari mereka mengalami kekurangan kalsium dan asupan protein.
Dalam penelitian ditemukan jika para vegan rata-rata memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah, serta asupan kalsium dan protein yang juga lebih rendah dibanding para pemakan daging.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMC Medicine ini menyebutkan, risiko patah tulang terjadi pada 20 orang vegan per 1.000 orang pemakan daging selama 10 tahun.
Menurut peneliti dr. Tammy Tong yang seorang ahli epidemiologi nutrisi dari Oxford University, ini adalah penelitian komprehensif pertama yang mengaitkan risiko patah tulang berdasarkan pola makan.
"Penelitian sebelumnya menunjukkan BMI yang rendah mengaitkan risiko tinggi patah tulang pinggul dengan asupan kalsium yang rendah, di antara keduanya ditemukan kesehatan tulang memburuk," terang dr. Tong mengutip Metro, Selasa (24/11/2020).
Hasil penelitian sebelumnya juga menyebut dari 3.941 kejadian patah tulang, mayoritas lokasi patah tulang terjadi pada bagian pinggul. Menurut hipotesis bisa jadi ini disebabkan karena para vegan cenderung lebih sedikit atau tidak sama sekali memakan daging, sehingga tidak punya ketahanan tulang lebih baik.
Tidak hanya di bagian pinggul, vegan juga punya risiko patah tulang kaki yang lebih tinggi, termasuk di lengan, pergelangan tangan, tulang rusuk, dan klavikula (sendi bahu atau tulang belikat).
"Setiap orang harus mempertimbangan dengan matang manfaat dan risiko dari diet yang mereka jalani. Salah satunya memastikan supan kalsium dan protein yang cukup, ditambah BMI yang sehat, tidak kelebihan atau kekurangan berat badan," tutup dr. Tong.
Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Ternyata 5 Selebritis Cantik Ini Putuskan Jadi Vegan
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari