Suara.com - Pusing adalah kondisi yang biasa terjadi pada siapa pun. Pusing sering kali merupakan gejala penyakit ringan atau efek samping dari pengobatan.
Pusing juga salah satu alasan paling umum seseorang mengunjungi dokter. Tapi, sering kali pusing bukan tanda penyakit berbahaya.
Menurut NHS dilansir dari Express, pusing menandakan kondisi yang tidak seimbang, pandangan seperti berputar, tidak seimbang dan pingsan.
Penyebab pusing
Pusing sering kali terjadi ketika Anda merasa sakit disertai gejala lain dan akan hilang setelah penyakit yang menyebabkannya sembuh.
Contoh masalah kesehatan yang menyebabkan pusing termasuk infeksi telinga, migrain, dehidrasi dan kelelahan akibat panas.
Masalah lain yang menyebabkan pusing adalah stres, kecemasan, kadar gila darah rendah karena diabetes, anemia defisiensi besi dan mabuk perjalanan.
Jika Anda sedang tidak menderita sesuatu, Anda harus mencari tahu penyebab pusing Anda. Misalnya, Anda akan pusing ketika berdiri dan duduk mendada. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh tekanan darah rendah dan hipotensi postural.
Jika Anda merasa tidak seimbang dan kehilangan pendengaran atau telinga berdenging juga bisa menyebabkan pusing.
Baca Juga: Pakai Vaksin Pfizer, Inggris Laksanakan Vaksinasi Virus Corona Hari Ini
Jika pusing disertai dengan perasaan atau sakit dan tidak seimbang, Anda mungkin menderita labirinitis.
Jika Anda mengalami gangguan pendengaran, penglihatan ganda, penglihatan kabur atau wajah mati rasa, kondisi ini mungkin menandakan arteri tersumbat.
Beberapa obat juga bisa meyebabkan pusing sebagai efek sampingnya. Jadi, pastikan obat yang Anda konsumsi tidak memiliki efek samping pusing.
Seharusnya Anda tidak mendiagnosis diri sendiri, jadi temui doktee umum untuk mencari tahu penyebab pusing Anda.
Anda bisa meredakan pusing dengan banyak istirahat, banyak minum air putih, hindari kopi, alkohol dan obat-obatan pusing.
Usahakan hindari gerakan cepat atau tiba-tiba dan jangan melakukan apapun yang membahayakan diri ketika pusing, seperti mengemudi atau menaiki tangga.
Berita Terkait
-
5 Tips Mengatasi Pusing saat Puasa agar Ibadah Tetap Lancar dan Produktif
-
Kenapa Anak Muda Sekarang Banyak Terserang Vertigo? Ini Kata Dokter
-
Permintaan Presiden Prabowo Bangun 100 Sekolah Rakyat Setiap Tahun Bikin Kemensos Pusing
-
Apa Penyebab Pusing Setelah Bangun Tidur? Ini Penjelasan Dokter
-
Momen Gibran Rakabuming Pusing Baca Dokumen Jadi Sorotan, Netizen: Mumet Kan Bos Jadi Wapres?
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan