- Di zaman yang serba dinamis, banyak anak muda yang mengeluh terserang vertigo.
- Vertigo merupakan kondisi yang membuat penderitanya mengalami pusing, seolah-olah sekeliling berputar.
- dr. Tommy memberikan tips untuk mengatasi vertigo yang sering dialami anak muda.
Suara.com - Seiring bertambahnya usia dan gaya hidup, kondisi kesehatan seseorang mengalami perubahan. Kekinian, banyak anak muda usia 20-30 tahunan yang mengeluhkan terserang vertigo.
Vertigo adalah kondisi yang membuat penderitanya mengalami pusing, seolah-olah sekeliling berputar. Kondisi ini mengakibatkan sakit dengan level tertentu dan menyebabkan ketidaknyamanan.
Vertigo sendiri bukanlah penyakit, melainkan gejala dari kondisi medis lain yang mendasarinya. Penderita vertigo umumnya mengalami pusing luar biasa, seolah-olah diri sendiri atau lingkungan sekitar bergerak.
Sensasi ini bisa memicu gejala lain seperti mual, muntah, gangguan keseimbangan, dan telinga berdenging, bahkan bisa menyebabkan kesulitan berjalan atau pingsan jika sudah parah.
Lantas benarkah anak muda sekarang banyak yang terserang vertigo?
Dokter Spesialis Neurologi dr. Tommy S, Sp. menjelaskan jika banyak anak muda khususnya pekerja yang mengalami vertigo.
Ia memaparkan bahwa vertigo dibagi menjadi dua jenis yakni pertama disebabkan oleh gangguan pada otak (vertigo sentral) dan yang kedua yang disebabkan gangguan organ telinga dalam (vertigo perifer).
Menurut dr. Tommy, vertigo perifer paling sering dialami pada perempuan muda yang masih bekerja aktif. Kekinian, kondisi itu bisa disebabkan karena kelelahan, terlalu lama menatap layar komputer hingga kualitas tidur yang tidak optimal.
"Makin ke sini makin banyak orang yang datang dengan keluhan vertigo biasanya disebabkan karena kelelahan, kurang tidur, atau terlalu lama bekerja di depan komputer," ujar dr. Tommy seperti dikutip dari postingan TikTok @ikhsanqthi, Selasa (14/10/2025).
Baca Juga: Media Sosial, Desa, dan Budaya yang Berubah
Jika vertigo disebabkan oleh beberapa hal tersebut, dr. Tommy pun memberikan saran untuk mengatasinya. Ia menyarankan agar penderita istirahat cukup dan tidak banyak bergerak.
"Vertigo jenis ini biasanya membaik dengan istirahat atau mengurangi gerakan terlalu cepat," imbuhnya.
Namun jika gejala vertigo serupa tak kunjung membaik, atau bahkan pusingnya kerap kambuh dan disertai gejala fisik lainnya, maka perlu periksa ke ahlinya.
"Tapi jika gejala vertigo tidak membaik, sering kambuh, atau disertai dengan gejala nyeri kepala hebat, kelemahan separuh tubuh atau cadel, harus hati-hati," kata dr. Tommy.
"Jangan-jangan itu gejala vertigo yang berat. Kalau kamu menjumpai hal seperti itu, segera konsultasikan ke dokter spesialis neurologi untuk mendapatkan tata laksana yang tepat," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat