Suara.com - Berada di dalam rumah selama pandemi atau Work From Home (WFH) memang tak hanya mengacaukan pola tidur, namun juga pola makan. Saat bekerja di rumah, Anda akan lebih mungkin menjangkau kulkas dan ngemil terus menerus sambil bekerja.
Melansir dari Insider, Samantha Cassetty, RD, pakar nutrisi dan kesehatan nasional yang berbasis di New York City punya tips ampuh agar Anda tak kalap makan dan mengegmuk selama bekerja di rumah.
Dalam hal ini, Cassetty menyarankan untuk fokus pada enam kategori makanan yakni buah-buahan, sayuran, produk susu, protein, lemak, dan biji-bijian. Menurut Cassetty, tidak masalah apakah Anda membeli 6 makanan tersebut dalam versi segar, beku, kalengan, atau kering.
"Pastikan untuk menyediakan makanan segar terlebih dahulu kemudian baru menggunakan makanan tahan lama untuk persediaan bahan makanan," kata Cassetty.
Jika Anda mengkhawatirkan kualitas sayuran dan buah beku, maka tak perlu lagi khawatir karena sebuah studi di Journal of Agricultural and Food Chemistry menemukan perbedaan jumlah kandungan antara makanan segar dan beku.
Berikut beberapa kategori makanan terbaik yang disarankan oleh Cassetty, antara lain:
1. Buah
Dalam kategori buah, Cassetty menyarankan Apel, pir, beri beku, mangga kering tanpa pemanis, persik kalengan (kalengan dalam jus), jus jeruk 100 persen.
2. Sayuran
Baca Juga: Ingin Coba Diet Flexitarian? Ini Pesan dari Ahli Gizi
Sayuran yang perlu ada di menu makanan Anda adalah kubis, kubis Brussel, wortel, kacang hijau beku, sayuran tumis beku, tomat kaleng, labu kalengan, hati artichoke kalengan, edamame beku, kangkung, bit, dan keripik wortel
3. Produk Susu
Pada produk susu, Cassetty menyarankan pilihan susu tanpa pemanis, keju keras, keju parut tanpa rasa, dan Greek yogurt.
4. Protein
Dada ayam segar, telur, udang beku, kacang kalengan atau kering, tuna kalengan dan sarden, pasta kacang arab atau lentil
5. Lemak
Produk lemak sehat yang disarankan oleh Cassetty adalah kacang-kacangan seperti kacang tanah, kenari, almond, pistachio, kemudian lemak biji-bijian seperti seperti chia, rami, biji rami, biji labu, dan biji wijen, alpukat, extra virgin dan minyak alpukat, selai kacang dan biji
6. Biji-bijian
Kategori biji bisa sehat yang disarankan adalah oatmeal, quinoa, beras merah rendah gula, sereal gandum utuh berserat tinggi, kerupuk gandum atau biji-bijian, tepung gandum dan almond.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI